Jumat, 16 Juli 2010

WE GOT MARRIED : part 6

안녕하세요 (annyeong haseyo) mates and all chingu


Ayo ayo.. siapa yang penasaran sama kelanjutan ff yang sangat fenomenal, bombastis, fantastik, elastic, so elastic, so fantastic *lagu SHINee donk* hahahhahaahh....... sekarang ini dia... our present..... *jeng jeng jeng*



Dekatkanlah hatimu pada hatiku, maka akan kuajarkan kau apa itu cinta !!!



Matahari mulai unjuk gigi pagi ini, lewat sinarnya ia mengintip ke jendela rumah so eun dan kim bum yang masih terlelap di sofa. So eun mulai terusik ia berusaha membuka matanya begitu pula dengan orang yang di sampingnya yang ia peluk.


“kyaaaaaaaaaaaa…………” teriak so eun dan kim bum berbarengan yang kaget melihat pose tidur mereka yang tak biasa.

So eun dan kim bum reflex loncat ke belakang. So eun mendekap dirinya sendiri begitu pula dengan kim bum.

“apa yang kau lakukan padaku?” teriak so eun

“aku ……. Aku tidak melakukan apapun” timpal kim bum

“lalu kenapa kau memelukku?” ujar so eun

“hei kau yang memelukku.” tukas kim bum


“hei ….. kalau aku yang memelukmu kenapa kau memegang bahuku.” ujar so eun sembari memperagakannya.

“apa kau ingat semalam kan mati lampu, kau langsung loncat ke arahku dan memelukku. Kemudian saat aku akan mencari penerangan kau malah tidak mau kutinggalkan.” tukas kim bum membela diri.


So eun berusaha mengingat-ingat kejadian semalam, ia pun malu mengingat kronologis kejadiannya. Ia pun meraih bantal sofa dan melemparkannya pada kim bum. Kemudian berlalu pergi. Kim bum menatapnya heran, “kenapa wanita selalu sulit dimengerti.” batinnya.



**********************

“nden, kamu udah tarik tuas itu lagi kan?” Tanya rahmi

“iya, aku udah tarik tuas itu lagi sebelum aku ikut lari ngikutin kalian.” tukas nden yang tengah sibuk memasak mie ramen.

“wah semalam menyenangkan yah, hahahahah …….” gumam lulu yang juga asyik ikutan masak mie ramen, salah satu kegiatan saat camping.

“oh iya apa yang terjadi pada so eun dan kim bum yah?” Tanya rahmi pada 2 rekannya tersebut.

“aku tidak tau, tapi pasti menarik semalam.” gumam nden diselingi tawa jail

“ah iya,,,, hahahahahah …… sayang kita malah lari bukannya mengintip.” gumam lulu

“kau mau kita ketahuan.” ujar rahmi

“iya juga sih, oh iya sampai kapan kita akan di sini?” Tanya lulu

“mungkin sampai kita mendapatkan bukti-bukti yang otentik kalau mereka berdua dekat.” tukas rahmi.

“de …….” gumam nden dan juga lulu yang ikutan manggut-manggut.



****************

Lantunan ringtone pun mengalun dari handphone so eun. Ia meraih handphone yang terletak di meja rias kamarnya dan mengangkatnya.

“yoboseyo ………….” sapa so eun


“yoboseyo … so eun, ini aku manajer hwang.” timpal manajer hwang

“ya ada apa manajer?” Tanya so eun yang tengah sibuk mengeringkan rambutnya.

“so eun apa kau sudah melihat berita di internet?” ujar manajer hwang

“berita di internet?” ulang so eun

“ya, coba kau cek di internet.” gumam manajer hwang


So eun pun meraih laptopnya dan mulai membrowsing berita tentang dirinya. Ada sebuah blog bernamakan triple S. Di sana tertulis bahwa so eun dan kim bum juga dekat di luar shooting terbukti saat so eun shooting untuk dramanya, kim bum datang memberi dukungan dengan membawakannya sarapan. Dan itu bukan bagian dari shooting we got married.


“oh berita ini.” gumam so eun dengan ekspresi santai

“kenapa kau hanya bereaksi santai so eun?” Tanya manajer hwang

“lalu aku harus bagaimana?” Tanya so eun

“memangnya kau dekat dengan kim bum yah? Apa terjadi skandal di antara kalian?” Tanya manajer hwang

“tentu saja tidak, mana mungkin terjadi sesuatu di antara kami.” kilah so eun sembari mengingat-ingat insiden ciuman itu dan semalam.

“ya tenang saja, lagipula ini juga ada keuntungannya bagimu.” tukas manajer hwang.

“keuntungannya bagiku? Apa?” Tanya so eun

“tentu saja, bukankah tujuanmu ikut acara ini supaya orang-orang percaya kalau kau bukan penyuka sesama jenis?” ujar manajer hwang

“ah iya kau benar.” gumam so eun.

“oh iya so eun, pekan depan kan kau mendapat undangan untuk datang ke acara baeksang award.” ujar manajer hwang


“ah iya aku tau. Memangnya kenapa?” Tanya so eun

“apa kau sudah mempersiapkan segalanya” Tanya manajer hwang

“persiapan apa?” Tanya so eun lagi

“persiapan pidato kemenangan. Kau kan masuk nominasi aktis terbaik.” ujar manajer hwang

“memangnya aku sudah pasti menang apa?” ujar so eun yang kini mulai sibuk merias dirinya.

“kurasa kau yang akan menang so eun.” tukas manajer hwang

“ya kita lihat saja nanti.” gumam so eun

“ya sudahlah aku akan mengurus jadwalmu dulu. Sudah jangan ganggu aku.” ujar manajer hwang yang kemudian menutup telponnya.

So eun melihat layar handphonenya dan berujar, “bukankah dia yang menelponku? Kenapa aku yang dia bilang mengganggunya? Aku benar-benar dikelilingi orang – orang yang aneh.”



***********************

Di tempat camping


“ah akhirnya titisan triple S datang.” ujar nden yang melihat dita, bella, dan icha annisa menghampiri mereka.

“hai eonnie-eonnie.” ujar mereka berbarengan sembari melambaikan tangannya.

“hai dita, bella, dan icha.” ujar lulu membalas lambaian tangan mereka.

“wah kalian sudah siap?” tanya rahmi

“kami siap sekali, eonnie.” ujar dita

“tapi memangnya ada apa eonnie-eonnie memanggil kami kemari?” Tanya icha

“waktunya kalian dilantik menjadi triple S junior.” ujar rahmi

“wah….berarti sebentar lagi kami akan menjadi netizens.” ujar bella bersemangat

“hahahaha …… iya.” gumam rahmi

“lalu sekarang kami harus apa eonnie?” Tanya dita

“aku akan mengajarkan pada kalian bagaimana menjadi netizen.” tukas rahmi

“wah benarkah? Bagaimana caranya unnie?” Tanya bella

“betul betul betul bagaimana caranya?” tambah icha

“lihat saja nanti.” gumam nden yang asyik dengan jalabria hasil buatan ibunya. (hadoh hadoh, makanan sunda nyasar ke Korea, hahahahah *rahmi)



**************************

Di rumah so eun dan kim bum


“aku pergi dulu.” ujar so eun yang sedang sibuk memakaikan sepatunya.

“kau mau kemana?” Tanya kim bum yang sedang sibuk berolahraga

“tentu saja pergi shooting.” jawab so eun

“oh …” gumam kim bum


“oh iya kau tidak bekerja?” Tanya so eun

“aku ambil libur 3 hari karena dari kemarin aku sibuk sekali.” tukas kim bum

“ugh, kau enak sekali yah.” ujar so eun yang kemudian beranjak pergi.

Kim Bum menatapnya dan tersenyum. “hati – hati.” gumamnya pelan diiringi senyum manisnya.



“wah jadi ini rumah so eun dan kim bum yah, eonnie?” Tanya bella

“iya benar. Shuutttttttt kalian jangan berisik oke?” ujar rahmi memberi peringatan

“iya iya iya.” ujar nden, lulu, dita, bella, dan icha diiringi anggukan mengerti.


Mereka pun mengendap-endap ke sekitar rumah so eun dan kim bum memperhatikan yang terjadi di dalam.



Kim bum melangkah menuju kamarnya. Ia rebahkan tubuhnya di atas kasur yang empuk dan ia pejamkan matanya beberapa saat. Bunyi dering handphone membangunkannya, dengan malas kim bum pun meraih cellphonenya tersebut.

“yoboseyo…” sapa kim bum

“yoboseyo … tuan kim bum.” sapa seseorang

“siapa ini?” Tanya kim bum

“saya angela, tuan, sekretaris GM Lee Jung Gil.” ujar angela


“ada apa?” ujar kim bum agak ketus mendengar nama ayahnya disebut

“saya hanya ingin menyampaikan pesan dari bapak Jung Gil bahwa hari ini ia menunggu tuan untuk makan malam di rumah.” tukas angela

“maaf aku tidak bisa.” ujar kim bum

“tapi bapak sangat berharap anda bisa datang.” ujar angela

“aku sibuk.” Gumam kim bum sembari menutup handphonenya dan melemparnya ke kasur.

Kim bum merenung sejenak, ia pun meraih kalender yang ada di meja. Ia tatap tanggal hari ini.



***************

Di lokasi shooting


“cut” ujar sutradara member isyarat bahwa pengambilan gambar selesai

“oke.” gumam so eun sembari mengangkat jempolnya. Ia pun mengucapkan terima kasih pada para kru

“so eun istirahatlah, oh iya temanmu menunggumu.” ujar penata gaya

“ah iya. Terima kasih.” ujar so eun lagi



Di rumah


Kim bum sedang sibuk memilah-milah sayuran mana yang akan ia pakai untuk ia masak. “ah kentang, jagung, dan wortel.” gumamnya sembari meraih sayuran-sayuran tersebut.


Dengan sigap kim bum memotong-motong kentang itu berbentuk dadu, kemudian membersihkan jagung begitu pula dengan wortelnya.

“aish ….belum matang juga.”ujar kim bum yang tengah memeriksa daging steak panggangnya.

Kemudian ia lanjutkan terus kegiatannya untuk membuat garnish.

Kim bum mungkin tidak terlalu pandai memasak tapi ia terlihat sekali sangat berusaha.



Tanpa Kim bum sadari ada beberapa orang yang memperhatikannya dengan serius, tentu saja mereka adalah triple S beserta dita, bella, dan icha. Dengan sigap lulu memotret kim bum yang tengah sibuk memasak.

“kyaaaaa …… tampan sekali.” teriak bella

“shuutttttttt …….jangan berisik.” bisik rahmi pada bella dengan isyarat menempelkan jari telunjuknya pada bibirnya.

“iya jangan berisik, wah kim bum tampan sekali yah walau mukanya sedang semrawut begitu.” ujar lulu yang masih sibuk dengan kegiatan jepretannya.

“tentu saja, kalau kata rahmi, cetakannya pas.” timpal nden

“cetakan apa memangnya?” Tanya icha

“cetakan kue kali.” timpal dita



Di lokasi shooting


“ji yeon?” gumam so eun yang melihat ji yeon berada di samping tempat duduknya.

“hai so eun.” sapa ji yeon ramah

So eun pun duduk di samping ji yeon dan membalas senyumnya. “ada apa?” Tanya so eun memulai percakapan.

“aku hanya ingin mengunjungimu.” jawab ji yeon

“oh ….” gumam so eun

“oh iya so eun, ini aku bawakan cokelat kesukaanmu.” ujar ji yeon yang kemudian menyodorkan sekotak cokelat pada so eun.

So eun pun menerima sekotak cokelat itu, “gomawo sahabatku.” ujar so eun dengan senyum manisnya.

“sama-sama juga sahabatku.” jawab ji yeon dan membalas senyum so eun

“ji yeon, apakah aku boleh bertanya.” ujar so eun sambil membuka kotak cokelatnya.

“boleh, asal jangan matematika saja, karena aku tidak mengerti.” jawab ji yeon


“hahahahah ….. tenang saja, lagipula aku juga tidak ingin berurusan lagi dengan matematika.” ujar so eun

“ya kita berdua kan bermusuhan dengan trigonometri, pangkat, akar-akaran beserta teman-temannya. Hahahahhah …..” tukas ji yeon diiringi tawa renyahnya.

“ya hahahahh …. Oh iya ji yeon aku ingin bertanya serius kali ini.” gumam so eun dengan mimik muka yang mulai serius.

“ya apa?” ujar ji yeon

“kapan kau bertemu dengan seung ho?” Tanya so eun

“oh itu ….. seung ho menemuiku.” gumam ji yeon

“menemuimu? Kapan?” Tanya so eun lagi

“beberapa hari yang lalu di restoran temannya.” jawab ji yeon jujur

“ji yeon apa kau bersekongkol dengan seung ho?” Tanya so eun

“maksudmu?” Tanya ji yeon balik

“seung ho saat itu memintaku untuk kembali padanya. Tapi aku tidak menggubrisnya.” ujar so eun yang sibuk mengunyah cokelatnya.

“ya aku tau. Seung ho menjelaskannya padaku.” timpal ji yeon singkat

“ji yeon, apa kau percaya dengan apa yang dikatakan seung ho?” gumam so eun


“aku tidak tau, tapi kurasa dia berkata yang sebenarnya. So eun, apa kau masih menyukainya?” Tanya ji yeon


So eun kaget mendengar pertanyaan itu, sebenarnya ia pun bingung dengan jawabannya. “aku tidak tau ji yeon, terkadang aku memang masih mengingatnya tapi rasa sakit itu masih ada membekas di hatiku.” tukas so eun

“so eun, kurasa jika kau masih mencintainya berilah seung ho kesempatan kedua.” ujar ji yeon

“kesempatan kedua?” gumam so eun

“ya, dia berjanji padaku kalau dia bisa kembali denganmu lagi dia tidak akan menyakitimu lagi.” tukas ji yeon

“aku tidak tau, ji yeon. Tapi yang pasti aku belum mau menemuinya.” ujar so eun

“kalau kau rasa itu yang terbaik aku tidak bisa memaksamu. Tapi kau harus tegas dengan perasaanmu.” tambah ji yeon

“ya aku tau.” gumam so eun



**********************

Malam pun tiba …..


(short message service)

To: Ubur-ubur

From: Petapa genit

Datanglah ke pantai belakang rumah kita, ada sesuatu menunggumu


“apa maksud si gila itu?” batin so eun yang kemudian konsen menyetir.


Setelah tiba di depan rumahnya so eun pun memarkirkan mobilnya. Kemudian ia membuka pintu rumahnya. “kim bum….” teriaknya memeriksa apakah kim bum berada di rumah atau tidak. Tapi tidak ada jawaban.


So eun melangkah menuju kamarnya. Ia rebahan di kasurnya. “ke mana si petapa genit itu?” batinnya. Ia pun teringat dengan sms kim bum. “ah iya dia menyuruhku ke pantai belakang.” ujar so eun sembari memegang jidatnya *pose orang kalo udah inget apa yang dilupakan*


So eun pun menuruni tangga kamarnya, ia keluar lewat pintu belakang dan mencari-cari sosok kim bum.

Setelah sampai di pantai ia temukan sebuah meja dengan penuh makanan di atasnya.

“so eun, kenapa kau baru datang?” ucap kim bum yang tiba-tiba muncul.


“ahhhh …. Kau mengagetkanku saja.” gumam so eun seraya mengelus-elus dadanya karena kaget.

“aku menunggumu dari tadi, tapi kau lama sekali.” ujar kim bum

“memangnya kenapa?” Tanya so eun

“ah sudahlah ayo duduk.” perintah kim bum yang kemudian menggeserkan kursi untuk so eun


So eun pun mengikuti perintah kim bum. So eun menatap makanan yang tersaji di meja tersebut. “ada apa ini?” Tanya so eun yang penasaran dengan kelakuan kim bum.

“hari ini ulang tahunku.” ujar kim bum

“ulang tahunmu?” Tanya so eun

“ya, karena aku tidak merayakan ulang tahunku dengan teman-temanku, maka aku rayakannya bersamamu. Jadi bersikaplah manis padaku karena ini hari special untukku.” tukas kim bum

“ah, tergantung. Kalau kau mengajakku berduel maka aku tidak bisa bersikap manis.” ujar so eun

“geezz …… ya anggap saja sebagai kado untukku dengan menemaniku malam ini menghabiskan hari ultahku.” tukas kim bum

“iya …. Iya……” gumam so eun

“ayo makan, ini aku sendiri yang membuat.” ujar kim bum

“oh jadi ini buatanmu yah? Kalau begitu kau duluan yang makan.” ujar so eun

“kenapa harus aku dulu?” Tanya kim bum

“karena kalau di antara kita harus ada yang mati duluan maka itu kau. Aku kan masih terikat kontrak menyelesaikan dramaku.” Ujar so eun

“hei …. Kau pikir aku mencampur makanan ini dengan racun?” timpal kim bum


“kita tidak pernah tau apa yang dipikirkan orang lain kan?” gumam so eun

“ah sudahlah makan saja, lagipula kalau aku mati, hidup kau tidak akan menarik lagi.” ujar kim bum yang memulai kegiatan santap menyantapnya.

“kenapa memangnya?” Tanya soeun

“karena tidak ada lagi yang bisa kau siksa.” jawab kim bum

“dasar gila.” ujar so eun


Setelah kegiatan makan memakan pun dilanjutkan ke acara dansa. Kim bum menyalakan tape dan memainkan lagu instrument lembut. Ia pun mengajak so eun berdansa. Namun beberapa kali so eun menolaknya, tapi kim bum terus memaksanya dan kemudian menariknya untuk berdansa.


Beberapa lama so eun dan kim bum berdansa sehingga tercipta suasana romantis antara mereka berdua.


Kim Bum menaruh tangan so eun di pundaknya, kemudian ia pegang tangan kiri so eun. “Kau harus menatap mataku,” ujar Kim Bum mengarahkan.

“Aku tidak mau melihat matamu,” timpal so eun.

“Memangnya kenapa?” tanya kim bum.

“Di matamu ada belek, tidak sedap dipandang,” ujar so eun.

Repleks kim bum melepaskan so eun dan mengucek-ucek matanya. “Apa sekarang masih ada?” tanya kim bum.

“Hahahaahha, kau tertipu, wajahmu lucu sekali,” ujar so eun sambil tertawa terpingkal-pingkal.

“Aiissshhh...,” gumam kim bum kesal.


“Ahh, sudahlah, ikuti aku. Kalau kau tidak benar, aku akan melemarmu ke laut,” rutuk kim bum sambil menarik tangan so eun untuk berdansa.

Setelah posenya perfect, kim bum pun mengarahkan wajah so eun agar melihat matanya, dan mereka pun berdansa mengikuti alunan lagu.


Setelah itu so eun dan kim bum pun duduk berdua di tepi pantai menikmati indahnya malam.

“hari ini adalah perayaan ulang tahunku yang paling menyenangkan” ujar kim bum sambil menatap lukisan malam yang bertabur bintang.

“memangnya kemarin-kemarin kau kenapa?” Tanya so eun yang duduk di sampingnya.

“aku tidak pernah sebahagia ini.” jawab kim bum

“ya, aku tanya kau kenapa?” Tanya so eun lagi

“sejak kecil, semenjak ibu meninggal aku tidak pernah merayakannya. Aku tidak pernah mau merayakannya karena ……” ujar kim bum menggantungkan kalimatnya

“karena apa?” Tanya so eun yang penasaran dengan lanjutan kata-kata kim bum

“karena tepat di hari ulang tahunku ibuku meninggal di depan mataku.” tukas kim bum


So eun terkejut mendengarnya. Ia menatap kim bum yang tengah asyik memandang bintang. “ternyata si gila ini punya kisah yang kelam juga” gumamnya dalam hati


“kami mengalami kecelakaan saat kami akan pulang setelah merayakan ulang tahunku. Saat itu aku masih berusia 6 tahun dan aku tidak tau apa yang harus aku lakukan untuk menolong ibuku karena saat itu aku sendirian dan jalanan sepi. Aku hanya bisa menangis memeluk ibuku yang berlumuran darah.” tukas kim bum

“lalu apa yang terjadi.” Tanya so eun lagi

“ibuku meninggal di hadapanku. Dan sejak saat itu aku benci hari ulang tahunku.” ujar kim bum

“lalu kenapa sekarang kau ingin merayakannya?” Tanya so eun lagi

Kim bum terdiam dan menatap lekat so eun. “aku pun tidak tahu mengapa aku ingin merayakannya dan... itu denganmu” batin kim bum.


“kenapa ?” Tanya so eun lagi mengulang pertanyaannya.

“tak apa.” jawab kim bum.

“kau memang aneh.” gumam so eun

“hahahaha ……. Tapi ibuku pernah bilang padaku, jika aku merindukannya tunjuklah satu bintang yang paling bersinar di langit. Maka itu adalah dia.” gumam kim bum diselingi senyum mautnya


So eun menatap dalam kim bum, ia tak menyangka bahwa orang yang selama ini ia anggap gila memiliki suatu kisah yang cukup menyedihkan.

“so eun boleh aku bertanya sesuatu padamu?” Tanya kim bum

“apa?” jawab so eun



TO BE CONTINUED ….


Apa yang akan ditanyakan kim bum pada so eun ya???

Kalian penasaran???? Saya juga penasaran... *gubrak* heheheheheh

Kita tunggu saja kelanjutannya di WE GOT MARRIED part 7

Jangan lupa ... setelah baca... dikomen-dikomen....

감사합니다 친구 ^^ 안녕 (kamsahamnida chingu ^^ annyeong)



Kamis, 15 Juli 2010

4 Loves 1 Tru Love Part 2 (Dating With KimCorp Castle Prince)

Annyeong Mates ....

Kembali bertemu lagi dengan FF aku yang kurang agak nyambung ini

Seperti biasanya tak perlu lama-lama lagi..

Let’s check this out!!

Kim bum berjalan menuju kamarnya dia terdiam melihat kearah jendela. Terlihat sesosok wanita bertubuh kecil yang sedang duduk di taman tepat dibawah pohon. Gadis itu terlihat begitu jelas dari kamar Kim bum yang terletak dilantai 3 rumah. “Pengurus Kim???? Itu bukanya pengurus Kim!”, ucap Kim Bum sembari membuka tirai jendelanya untuk memastikan. Setelah ia benar-benar menatapi gadis itu ia yakin dia adalah pengurus Kim. “sedang apa dia duduk dibawah pohon.. dia memang aneh”. Ucap kim bum. Dia pun sengaja membuka tirai kamarnya dan membuka jendelanya untuk mendapatkan angin segar malam hari. Diapun segera meraih gitar kesayangannya yang berada dipojok kamarnya. Dia mulai bernyanyi, menyanyikan sebuah lagu yang sangat indah.


Dari arah bawah pengurus Kim yang melihat begitu jelasnya lampu kamar yang menyala langsung tertuju matanya. “lampu kamar siapa itu yang masih menyala?”. Tanyanya pada dirinya sendiri. Setelah ia melihat-lihat lagi tampaknya sedikit agak jelas wajah pria yang sedang memainkan gitar itu. “permainan gitarnya bagus juga… tapi.. memang lantai tiga khan daerah kekuasaanya Tuan Muda Kim bum dan Hyun Joong, berarti dia adalah satu diantara mereka berdua”. Ucap pengurus Kim. Barulah ketika Kim bum mulai mengeluarkan suaranya yang lembut pengurus Kim baru menyadarinya. “dari suaranya pasti ini suara tuan muda yang jutek itu”. Ucapnya kesal.


***

Sementara itu diruang kerja kakek, Min Ho dan Hyun joong terlihat duduk di depan kakeknya. Kakeknya memberikan sebuah kartu undangan kepada mereka berdua. “Undangan apa ini?”. Tanya Hyun joong sembari membuka amplop nya. “Itu undangan dari tuan Kang, dia mengundang kita hadir di peresmian gedung cabang perusahaanya”. Ucap Kakek. “Kita berdua juga diundang?”. Tanya Min Ho. “Iya kalian berempat diundang oleh Tuan Kang, besok kalian berempat harus datang ke acara itu”. Ucap kakek. “kenapa mereka berdua juga diundang.. ini bukan undangan untuk kantor?”. Tanya Hyun Joong. “Bukan.. ini undangan pribadi dari Tuan Kang untuk kita, beritahu Kim bum dan Kim joon”. Perintah kakek. “de..araso!”. ucap keduanya. “kalau begitu aku permisi, siliyehamnida”, ucap hyun joong diikuti kakak sepupunya Min Ho.

Mereka berdua berjalan bersama menaiki anak tangga. “kau yang memberitahu Kim Joon dan aku yang akan memberitahu Kim Bum”. Ucap Hyun joong. “Baiklah”. Ucap Min ho. “Aku tahu pasti disana kita yang akan menjadi incaran para wartawan dan netizen”. Ucap min ho. “de.. aku sudah memikirkannya, seperti biasanya keluarkan saja jurus andalan kita, dan pastinya yang akan menjadi bahan perbincangan adalah adiku”. Ucap hyun joong. “de… Kim Bum, dia yang akan menjadi incaran.. kasihan sekali dia. Apa memang dia mempunyai hubungan dengan Go Ara-yang pewaris Tunggal GiangSan grup itu? Mereka satu kampus bukan?”. Tanya Min ho. “aku pun tak tahu, yang jelas kim bum pernah pergi ke Nami Island dengannya dan itu yang selama ini menjadi patokan netizen untuk menggosipkan hubungan mereka”. Ucap hyun joong. “lalu bagaimana denganmu.. kaupun sering digosipkan dengan aktris-aktris cantik korea, tak satupun yang kau benarkan”. Ucap min ho. “itu hanya gosip.. kau tahu sendiri semenjak aku terlibat hubungan dengan pasanganku di acara dating with KimCorp castle prince itu aku tak berhubungan lagi”. Ucap Hyun Joong.


Tiba-tiba dari arah belakang munculah sang kakak tertua atau lebih seringnya disebut “The Elder Brother” oleh ketiga saudara lainya. “Sedang apa kalian disini??? Kalau mau berbicara carilah tempat duduk, bukanya di tangga seperti ini”. Sapa Kim joon. “Hyung!!! kau sudah pulang, bagaimana dengan latihannya???”. Tanya min ho. “Succes!!!”. Ucap Kim Joon sambil mengepalkan tangannya. “Pertandingannya masih 1 bulan lagi bukan?”. Tanya hyun joong. “yah… aku butuh kerja keras untuk ini”. Ucap Kim joon.


“Hyung, kau masih ingat siapa pasangan dating mu diacara “Dating With KimCorp Castle Prince”?”. Tanya Min ho. Kim joon kembali mengingat memori setengah tahun yang lalu. – “Dating With KimCorp Castle Prince” adalah acara yang dirancang oleh stasiun TV KBS World bagi keempat cucu dari Kakek Lee ini. Karena popularitas mereka dikalangan wanita korea, akhirnya tim dari KBS World menyelenggarakan acara ini, acaranya berlangsung selama 1 minggu, gadis yang beruntung dapat berkencan selama 1 minggu bersama keempat pangeran ini. Bukan hanya dari kalangan masyarakat biasa, dari kalangan artis hingga putri pejabat pun mengikuti acara ini. Dan gadis yang beruntung hanya diperuntukan bagi 4 orang saja- . “De..aku masih ingat..hahahah lucu sekali mengingat hal itu”. Ucap Kim joon sambil tertawa cengengesan mengingat hal itu.


Dari arah belakang datang juga Kim Bum yang berniat ingin menemui pengurus kim. “Eh itu anak populer..bum-ah”. Ucap Min Ho. “hyung.. ada apa?”. Tanya Kim Bum sambil menghampiri mereka bertiga. “kenapa berkumpul ditangga seperti ini?”. Tanya Kim Bum keheranan. “Ayo kita bernostalgia”. Ucap Hyun joong. Kim Bum yang masih belum mengerti mengerutkan dahinya. “kau masih ingat acara *Dating With KimCorp Castle Prince*?”. Tanya Min ho. “mmm.. iya memangnya kenapa?”. Tanya balik kim bum. “sungguh sial, karena acara itu aku jadi terus di gosipkan dengan wanita itu”. Ucap kim bum dengan wajah penuh rasa sesal. “Go Ara-yang maksudmu??? Bukanya dia kekasihmu?”. Tanya min ho. “Tidaklah… para wartawan dan netizen saja yang kehebohan sendiri.. aku dan dia hanya teman”. Ucap Kim Bum.

“kau begitu terlihat tidak senang akan hal itu?”. Ucap Kim joon. “hyung, kau tak melihat bagaimana ekspresi wajahku sekarang???”. Kesal Kim Bum sambil memperlihatakn ekspresi juteknya. “dan yang parah itu kau hyung.. kau dating bersama wanita tua berusia 35 tahun bukan??? Tapi sungguh gadis itu sangat beruntung sekali”. Ucap Min ho pada kakaknya kim joon. “hanya beda 10 tahu saja.. tapi benar sensasinya keluar begitu dahsyat.. akupun sampai terhanyut..waka waka ee”. Ucap kim joon. “tapi dating mu yang paling bagus ratingnya.. itu karena wanita nya yang begitu kontras denganmu..”. Ucap kim bum. “meskipun rating dating ku yang paling bagus.. tapi yang gosipnya masih melekat bukannya kau dan Go Ara-yang? BumRa couple.. sungguh imut sekali”. Ucap kim joon.

“ yang ada dilevel aman adalah Hyun Joong.. dia berpasangan dengan artis.. Hwang Bo noona”. Ucap Min Ho. “kalau mereka memang mempunyai hubungan khan setelah dating itu.. bertahan 4 bulan.. iya hyung baru 2 bulan putus dengan Hwang bo Noona”. Ucap Kim Bum. “Yang paling beruntung..ya aku.. bisa berpasangan dengan aktris cantik dan eksotik.. Yoon eun Hye… dia berkata aku mirip dengan pemeran Gu Jun Pyo dalam serial Kothboda Namja.. tapi aku yakin..jelas lebih tampan aku”. Ucap Min Ho membanggakan diri. “ dasar playboy!”. Ucap ketiganya.

“sepertinya obrolan kita akan semakin panjang… aku harus mandi.. nanti dilanjutkan saja nostalgianya”. Ucap Kim joon. “iya aku juga mau turun.. kalian malah mengajaku ngobrol disini”. Ucap Kim Bum. “Oh iya.. sebelum aku lupa.. kalian berdua diundang keacara peresmian cabang perusahaan Tuan kang, relasi bisnis kakek”. Ucap hyun joong. “kapan?”. Tanya kim joon. “besok malam… bersiaplah bertemu dengan para wartawan itu”. Ucap Min Ho . “de..araso”. ucap Kim Bum. Kim joon segera berlari menuju kamarnya di lantai dua untuk mandi. Kim Bum segera turun kebawah dan berniat ingin menemui pengurus Kim di taman. Sedangkan min ho dan hyun joong kembali ke kamar mereka masing-masing.

Kim bum berjalan menuju taman depan, tepat dimana tadi dia melihat pengurus Kim. Namun sesampainya disana ia tak mendapati pengurus Kim lagi. “ternyata udara begitu dingin.. kenapa tadi pengurus kim mau berada diluar.. dasar gadis aneh..”. ucap Kim bum, diapun duduk ditempat yang tadi diduduki pengurus Kim. “kenapa aku ingin menemuinya.. dasar bodoh”. Ucap Kim Bum. Ketika dia duduk tak sengaja dia mendapati sebuah bros di tanah. Bros itu memang kecil namun bersinar. “Bros siapa ini?? Apa milik pengurus Kim???”, tanya kim bum sembari dia mengambil bros itu. “Dasar katanya disiplin..tapi kenapa dia bisa seceroboh ini..”. ucap Kim Bum. Kim Bum pun duduk disana sambil menatap bulan. “terakhir kali aku seperti ini ketika aku masih kecil bersama ibu”.


Sementara itu di dapur so eun tengah membuat secangkir teh hangat. So eun berjalan menuju ruangan kerja kakek. Dan dia berpapasan dengan hyun joong. “Pengurus kim mau kemana?”. Sapa hyun joong. “mengantarkan teh untuk tuan Lee”. Ucapnya singkat sembari diselingi senyuman. “sepertinya enak jika minum teh ketika udara sedingin malam ini, tolong buatkan juga untuku, nanti antarkan ke balkon kamarku”. Ucap hyun joong. “de.. akan segera saya antarkan”. Ucap So Eun sambil membungkukan badannya. So Eun pun masuk ke ruangan Tuan Lee.

Di ruangan itu Tuan Lee tengah duduk di sofa sambil melihat-lihat album foto keempat cucunya beserta foto orang tua mereka. “Tuan ini teh hangatnya!”. Ucap so eun sambil menyodorkan secangkir teh hangat itu kehadapan Tuan Lee. “Gamsahamnida!”. Ucap tuan Lee hangat. “Ada yang lain lagi yag anda butuhkan???”. Tanya so eun. “Oh iya.. pengurus Kim, besok akan ada acara peresmian perusahaan… dan keempat cucuku harus pergi ke acara tersebut, tolong persiapkan segera keperluan cucuku”. Ucap Tuan lee. “de.. araso!! Ada lagi tuan?”. Tanya so eun. “tidak hanya itu saja jangan lupa ingatkan mereka dan siapkan keperluan mereka saja”. Ucap Tuan Lee. “De… siliyehamnida”. Ucap So Eun sambil keluar dari ruangan itu.

So Eun kembali ke dapur untuk mebuatkan teh hangat untuk hyun joong, setelah itu dia berjalan menuju balkon kamar hyun joong. Hyun Joong tengah duduk di teras kamarnya yang langsung dapat menghadap keluar. “Ini minumannya tuan hyun joong”. Ucap so eun sambil memberikan secangkir teh hangat pada hyun joong. Hyun Joong tersenyum pada so eun. “pengurus Kim bisakah kau menemaniku sebentar disini.. sungguh tak enak jika minum sendirian”. Ucap hyun joong. So eun terdiam mendengar permintaan hyun joong. “duduklah.. jangan berdiri seperti itu”. Perintah hyun joong, so eun pun duduk manis disamping hyun joong. Dan ternyata mereka sedang diperhatikan oleh kim bum dari taman depan. “ Kenapa pengurus Kim bersama dengan kakaku.. akrab sekali mereka”. Ketus kim bum.


“Pengurus Kim kau kedinginan???”. Tanya hyun joong. So eun tak menjawab dia hanya menggosok-gosokan kedua telapak tangannya sambil di tiup-tiup olehnya. Hyun joong masuk kedalam kamarnya dan ternyata dia memasangkan slayer pada so eun. “ah.. tidak perlu seperti ini tuan”. Ucap so eun. “sudahlah diam saja kau”. Ucap hyun joong. “apa-apaan mereka… kenapa seakrab itu”. Kesal kim bum yang tak menyadari dia marah, wajahnya mulai kesal dan geram. “ gamsahmnida.. tuan muda telah menerima keberadaan saya menjadi pengurus disini”. Ucap so eun. “Min ho dan Kim Bum tak usah dipikirkan.. lama kelamaan juga mereka akan baik, mereka memang susah untuk beradaptasi”. Ucap hyun joong. “Oh ya.. pengurus Kim masih tercatat sebagai seorang mahasiswi bukan.. pengurus Kim berkuliah dimana?”. Tanya hyun joong. “Saya beruntung sekali bisa mendapatkan beasiswa untuk berkuliah di Chung Ang University”. Ucap nya merendah. “Kau satu universitas dengan Kim Bum???”. Kaget hyun joong. So eun mengangguk saja. “Jurusan apa jika aku boleh tahu??”, tanya hyun joong lagi. “Jurusan Seni Drama dan Teater tingkat 3”. Ucap so eun lantang. Hyun joong makin kaget. “kau satu jurusan dan satu tingkatan dengan kim bum, kenapa kalian seperti tidak saling mengenal?”. Tanya hyun joong dengan wajah yang keheranannya. “Siapa yang tak kenal tuan muda kim Bum, tapi pastinya tuan muda tak mengenali saya.. siapa saya”. Ucap so eun sambil tersenyum manis.


***

Keesokan harinya. Pagi itu matahari bersinar terang, sinarnya membuat hangat seluruh isi ruangan. Kali ini hari keempat so eun bertugas menjadi pengurus di rumah ini. Hari keempat dia bekerja membangunkan keempat tuan muda itu. Yang mulai paham dengan kedisiplinan so eun seperti Hyun joong dan Min Ho sudah bangun dari pagi. Kini tinggal kim bum dan kim joon yang belum bangun. So Eun pertama-tama naik kelantai 2 diikuti 5 pelayanya. Mereka akan membangunkan kim joon.

*tok..tok..tok..* ketukan pertama dan kedua tidak di gubris juga. Akhirnya so eun menggunakan cara lain, dia dapat massuk ke kamarnya Kim joon dengan kunci cadangan yang dia simpan. Dibangunkannya kim joon, di buka tirai-tirai jendela oleh para pelayannya. “Tuan muda.. bangun..sudah siang”. Ucap so eun. “ah.. aku masih mengantuk.. lima menit lagi..”. pinta kim joon. “tidak!!!! Anda harus segera bangun, dan mandi.. kakek anda akan marah.. ayo cepat tuan”. Ucap so eun. Ketika kim joon membuka matanya, sinar matahari menyilaukan matanya. “benar sudah siang.. jam berapa sekarang?”. Tanya kim joon. “jam 07:25:4 detik.. sekarang anda cepat bangun…. Ayo!! Bukannya anda olahragawan anda harusnya tidak boleh pemalas seperi ini”. Ucap so eun. “Ah..berisik sekali.. pengurus kim kau itu sudah seperti istriku saja”. Ucap Kim Joon, so eun menatap kim joon. “Kau cantik juga… kenapa kau menatapku seperti itu.. wajahku memang tampan.. tapi tak perlu seperti itu juga”, jail kim joon. “Tuan muda… kesabaranku mulai habis”. Ucap so eun. “Baiklah pengurus Kim.. asal kau yang menarik aku bangun dari tempat tidur”. Ucap kim joon. “Tuan muda”. Tegas so eun. “kau pilih saja..mau tidak?”. Akhirnya so eun mengalah, diapun menarik kim joon dari tempat tidurnya.


Sekarang so eun beranjak menuju lantai tiga menuju kamarnya cucu bungsu dikeluarga itu. Seperti kim joon so eun juga membuka pintu kamar kim bum dengan kunci cadangannya. “sudah tahu pemalas.. harusnya mereka jangan suka mengunci kamar mereka.. merepotkan sekali”. Ucap so eun berbisik. “Pengurus Kim FIGHTING!!!! Sekarang itu sudah mengalami banyak perubahan oleh pengurus Kim”. Ucap Min jae. Kim Bum terlihat masih asyik tidur. “kalian semua keluar saja.. yang ini biar aku saja.. bereskan saja kamar tuan muda Joon”. Ucap so eun. “de..”. kompak kelima pelayan itu. “nanti setelah tuan muda bangun.. kalian kemari lagi untuk membereskan kamarnya”. Perintah so eun. Kelima pelayan itupun pergi turun ke lantai dua.


“Tuan muda bangun… tuan muda bangun”. Ucap so eun di hadapannya. Kim Bum tak menggubris sedikitpun, matanya masih terlihat terpejam. “dia tak mendengar apa.. dasar meskipun tampan.. tetap saja kalau tidur seperti ini”. Ucapnya sembari menatap kim bum. “Aku sungguh tak menyangka menjadi pengurus dia”. Ucapnya singkat, lalu kim bum memalingkan tubuhnya, so eun yang sedang menatap kim bum refleks membetulkan posisinya. “tuan muda ayo bangun…bangun….”. teriak so eun sambil menggoyangkan tubuh kim bum. “mmmm.. apa-apaan pengurus Lee ini”. Ucap kim bum setengah tak sadar. “Aku pengurus Kim bukan pengurus Lee”. Ucap so eun. Ketika so eun mau beranjak tiba-tiba tangannya digenggam erat kim bum. “jangan tinggalkan aku”. Ucap kim bum yang sepertinya masih mengigau. Mata so eun melotot sejadi-jadinya, tangannya digenggam begitu erat oleh kim bum, dan brak… ditarik tangannya so eun hingga dia jatuh di tubuh kim bum. “aishhh sial.. dasar brengsek…apa-apaan ini, dia mengigau atau pura-pura mengigau”. Batin so eun. “Tuan muda lepaskan saya.. saya tidak bisa bernapas”. Ucap so eun dengan suara terengah-engah saking kuatnya pelukan kim bum. Akhirnya so eun melihat gelas berisi air yang masih setengah lagi diatas laci disamping ranjang kim bum. Diambilnya gelas itu dan diguyurkan airnya ke muka kim bum.


“ah…. Dingin!!!!!!!!”. Sadar kim bum, sesadarnya dia mendapati so eun, wajah mereka hanya terpisah 10 cm. keduanya berteriak. “aaaaaaaaaaaaaaaaaa”. Kompak keduanya. “Pengurus Kim apa yang sedang kau lakukan dikamarku.. kurang ajar”. Teriak kim bum sambil reflleks mendorong so eun. “Anda yang kurang ajar.. main tarik tangan saya.. meskipun saya pengurus..tapi saya bukan wanita seperti itu”. Ucap so eun sembari merapihkan bajunya. “Keluar sana aku masih mau tidur!!!”, bentak kim bum. “tidur? tuan bilang tidur.. ini sudah siang… ini waktunya anda mandi dan turun ke meja makan!”. Bentak so eun. “aku masih mau tidur!!!!”. Bentak kim bum sambil dia menutupi dirinya dengan selimut. So eun yang sudah kehabisan akal akhirnya menarik paksa selimut kim bum dan “kyaaaaaaaaaa…..”. so eun berteriak dan menutup wajahnya dengan tangannya. “Kau kurang ajar sekali… pengurus Kim!”. Bentak kim bum refleks menutupi dirinya. Akhirnya dia bangkit dari ranjangnya dan berjalan mendekati so eun, so eun masih menutup wajahnya dengan kedua tangannya. “radius 5 m…”. teriak so eun. Mendengar ucapan so eun kim bum jadi ingat lagi kejadian dia bertubrukan denga so eun. “sekarang aku yakin itu kau”. Ucap kim bum jutek. “sudahlah.. kau tutupi matamu segala.. padahal kau juga suka melihatnya.. bukankah kau wanita normal”. Ucap kim bum, dia beranjak ke kamar mandi.


“ah.. aku tidak melihatnya.. kenapa kalau tidur dia pakaianya seperti itu… aku juga bodoh kenapa membuka selimutnya.. dasar tanganku yang salah”. Ucap so eun sembari memukul-mukulkan tangannya pada kepalanya. “mimpi buruk aku”. Ucap nya lagi. Kemudian so eun memikirkan perkataan kim bum. “apa maksud dia yah kalau dia yakin terhadap aku.. yakin aku apa yah??? Dasar tuan muda jutek”. Ucap nya kesal. Setelah itu tibalah kelima pelayan itu di kamar kim bum. “pengurus Kim, kamar tuan muda Joon sudah rapih, tuan muda juga sudah turun ke bawah.. sekarang apa tugas kami membereskan kamar tuan muda Kim bum?”. Tanya pelayan itu. “de bereskan”. Perintah so eun.

Setelah selesai makan Tuan Lee dan kedua cucunya Min Ho serta Hyun joong berangkat ke kantor. Sementara kim joon berangkat latihan baseball. Kim bum masuk ke studio musiknya . So eun meilih berjalan ke halaman belakang. Dia pun menelepon hye sun.


“yeoboseyo…hye sun eonnie”.

*Sso-ah.. bagaimana kabarmu.. kenapa lama tak menghubungiku?*

*Maaf aku sibuk.. eonnie ternyata benar aku bekerja di keluarag Lee Jeong Gil*

*Jongmal???? Apa kataku juga.. bagaimana?*

*begitulah aku lumayan repot mengurus rumah sebesar ini sekaligus menjadi pengurus pribadi bagi keempat cucu tuan Lee, doakan aku supaya aku sanggup bertahan*

*tentu.. aku doakan dongsaengku ini*

*Kalau aku ada waktu aku pasti akan mengunjungi eonnie*

*Iya.. sudah sekarang kau focus dulu bekerja*

*Iya..kalau begitu sudah dulu yah eonnie.. annyeong*

*Annyeong dongsaeng*

Tiba-tiba tombol pemanggil yang dipegang so eun bergetar tombol yang menyala adalah adalah tombol yang berwarna hijau, yang menandakan kim bum yang memanggil so eun.

*Iya ada apa tuan?*

*cepat datang ke ruanganku, sekarang juga*

*baik*


So eun segera naik ke lantai 3, tampak kim bum sudah duduk menunggu so eun. “ada apa tuan memanggil saya?”. Tanya so eun. Kim bum terdiam menatap wajah so eun. So eun menunduk, “Sudah ku katakan jangan menunduk jika sedang berbicara denganku.. lupakan saja kejadian tadi”. Ucap kim bum dingin. “siapa juga yang memikirkannya”, bisik so eun. “apa yang kau katakan barusan?”. Tanya kim bum. “Saya tidak memikirkannya tuan”. Ucap so eun singkat. “Pengurus Kim!! Kita pernah bertemu kan di kampus?”. Tanya kim bum singkat. “de..”. jawab so eun singkat. “ada urusan apa kau di kampusku?”. Tanya kim bum dengan wajah menyelidiknya. “sungguh terlalu, tuan tidak ingat sama sekali.. aku juga berkuliah disana”. Ucap so eun. “jurusan apa??”. Tanya kim bum singkat dan dingin. “Seni Drama dan Teater tingkat 3”. Ucap so eun lantang. “Kau satu jurusan denganku, tapi aku tak mengenalmu.. kau sungguh tidak exist”. Ucap kim bum jutek. “saya kelas A mungkin kita jarang mempunyai jadwal yang sama”. Ucap so eun. Kim bum pun terdiam untuk beberapa saat. “baik kalau tidak ada yang ingin dibicarakan lagi saya akan turun lagi kebawah”. Ucap so eun. “Tunggu dulu, pengurus Kim… apa kau kehilangan sesuatu?”. Tanya kim bum. Giliran So eun yang berfikir. “sudahlah lupakan saja.. kau bisa pergi”. Ucap kim bum, so eun pun turun ke lantai bawah. “dasar aneh” batin so eun.


Sorenya kakek dan kedua cucunya telah tiba di rumah. Hyun Joong langsung naik ke kamarnya, sepertinya dia terlihat lelah sekali, apalagi hari ini dia telah mempresentasikan program nya di perusahaan. Sementara min ho berjalan lebih santai. “pengurus kim siapkan segalanya aku ingin mandi”. Ucap min ho. “de!!”. Ucap so eun. Diapun berjalan menuju kamar mandi di samping kamarnya min ho dan menyiapkan semua perlengkapan mandinya min ho. “tuan bisa mandi sekarang, semuanya telah disiapkan”. Ucap so eun. Min Ho berjalan sambil dia menatap so eun. “sejauh ini kerjamu belum mengecewakanku.. akan aku tunggu titik kelemahanmu..wanita muda”. Ucapnya sambil berbisik pada so eun.

***

So Eun tengah sibuk menyiapkan perlengkapan untuk keempat pria itu menuju acara peresmian itu. Mulai dari pakaian jas lengkap, dasi, sepatu dan segala pernak perniknya. Dan mulailah dia memberikan perlengkapan itu pada masing-masig tuan muda. “Tuan muda ini perlengkapan anda, sudah saya persiapkan”, ucap so eun pada kim joon. “terimaksih cantik”. Jail kim joon, so eun hanya menggelengkan kepala atas tingkah jail kim joon. Lalu dia masuk ke kemar min ho, “tuan ini perlengkapan anda”, ucap so eun. “simpan saja disitu, lalu keluar”. Ketus min ho, so eun hanya diam dengan perlakuan min ho yang jauh berbeda dengan kim joon sang kakak. Perjalanan dilanjutkan menuju lantai tiga, so eun masuk ke kamar hyun joong dan memberikan pakaiannya pada hyun joong. “saatnya wartawan dan netizen mengincar kami kau tahu pengurus Kim?”. Ucap hyun joong. “Anda pasti dapat mengatasinya tuan”. Ucap so eun. Dan yang terakhir adalah kim bum, so eun masuk dan memberikan perlengkapan kim bum.

Keempat pria itupun berdandan rapih dan begitu tampan, pesona nya sungguh luar biasa, sinar memancar dari wajah mereka. Mereka berempat pun turun ke lantai bawah, sang kakek terlihat begitu bangga melihat keempat cucunya yang begitu tampan. “pengurus Kim cucuku tampan bukan..hahaha”. ucap Tuan Lee diselingi senyuman hangatnya. “de..”. ucap so eun sambil matanya menatap hyun joong dan kemudian kim bum yang jutek itu. “ayo kalau begitu kita berangkat!”. Ucap Tuan lee. Keempat cucunya beriringan keluar dari rumah.

Tiba-tiba kim bum menghampiri so eun. “pengurus Kim.. ini milikmu?”. Tanya kim bum sambil memperlihatkan bros yang ia temukan itu. “ah.. de de.. ini milik saya.. kenapa bisa ditangan anda?”. Tanya so eun. “kau ceroboh sekali, aku menemukannya di taman”. Ucap kim bum dingin. “kenapa anda tahu ini milik saya?”. Tanya so eun yang keheranan. “sudahlah itu tidak penting, kalau ini milikmu.. ambilah”. Ucap kim bum sambil menyimpan bros itu di telapak tangan so eun. “dasar ceroboh!” bisik kim bum. So eun menatap kim bum dan kim bum memberikan senyuman dinginnya. Kelima mobil itupun berangkat menuju ke acara pesta peresmian itu.

^^TO BE CONTINUED^^

Apa yang akan terjadi diacara peresmian itu??? Siapa yang paling diincar wartawan dan netizen???? Apa yang akan terjadi selanjutanya dengan so eun??? Dan bagaimana pula kisah so eun bersama dengan keempat Tuan muda nya, adakah yang mulai tertarik pada so eun??

Tunggu kelanjutannya di 4 Loves 1 true Love part 3.