Tampilkan postingan dengan label 4L1TL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 4L1TL. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Agustus 2010

4 Loves 1 True Love Final Part (I Found My One True Love and I Have Four Loves)

FINAL PART




Annyeong mates…chingu…

Seperti janjiku yang bakalan posting akhir Agustus..

Aku ingin bulan ini di tuutp dengan FF aku jiah *gubrak*

Gak kerasa hampir dua bulan FF aku menemani kalian..

Dan inilah akhir dari tulisanku di FF ini

Enjoy This.




Di sebuah rumah sakit, Kim Bum, Hyun joong dan Kim joon tampak duduk dengan wajah yang khawatir. Tidak ada Min Ho disana. Tiba dokter keluar dari ruangan so eun. “Bagaimana dokter?” Tanya kim bum khawatir. “tidak ada luka yang serius.. syukurlah hanya benturan kecil di bagian kelopak mata dan sedikit lecet di tubuh, mungkin karena shock sehingga So eun-ssi belum sadarkan diri”. Ucap dokter. “Syukurlah..”. ucap hyun joong. Dari arah belakang datang min ho dan hye sun, sepertinya tadi min ho menjemput hye sun dulu. “Bum-ssi bagaimana dengan keadaan so eun?”. Tanya hye sun khawatir. “Noona kau tenanglah sedikit”. Ucap min ho pada hye sun. “Mana bisa aku tenang!”. Ucap hye sun. “So eun baik-baik saja.. hanya saja dia belum sadarkan diri”. Ucap kim joon menenangkan. “Kau siapanya pengurus Kim??? dan kenapa kau datang bersama adikku?”. Tanya kim joon. “Aku sahabatnya tapi sudah dianggap kakak oleh so eun”. jawab hye sun, sementara min ho menunduk ketika kim joon menatapnya. “Dia kekasihmu?”. Tanya kim joon. “Aniyo..”. jawab keduanya. “Aku ingin melihat so eun dulu”. Ucap kim bum. “Baiklah… nanti setelah kau.. kami akan melihat pengurus Kim”. ucap Kim joon. Kim Bum masuk ke kamar so eun, kim joon, min ho dan hye sun duduk di ruang tunggu, sementara hyun joong berjalan keluar dari ruangan itu.




Sementara itu di taman rumah sakit terlihat Ara sedang terdiam. Datang hyun joong menghampiri Ara. “Kau sedang menyesali semua ini?”. Tanya hyun joong mengalihkan lamunan Ara. “Oppa”. Ucapnya. Hyun joong pun duduk di samping Ara. “Kenapa kau menangis??? Menangis karena adiku lebih memilih pengurus Kim atau”. Belum sempat hyun joong menyelesaikan perkataanya Ara sudah memotongnya. “Aniyo..oppa!! aku menangis..karena aku merasa bersalah pada so eun-ssi”. ucap Ara dengan wajah sedihnya. Hyun joong menghela nafas. “Dia begitu baik.. masih menyelamatkanku, padahal aku telah banyak berbuat jahat padanya”. Ucap Ara. “Baguslah kau menyadarinya”. Ucap hyun joong. “Aku ingin meminta maaf pada so eun-ssi tapi aku takut karena aku sudah banyak melakukan kesalahan”. Ucap Ara. “Apa kau pikir pengurus Kim orang yang seperti itu.. aniyo.. aku yakin dia bisa memaafkanmu.. kalau dia tidak peduli padamu untuk apa dia menyelamatkanmu”. Ucap hyun joong. Tak lama hyun joong melihat tempurung kaki Ara dan sikut tangannya yang di perban. “Kau sendiri terluka”. Ucap hyun joong. “Bagaimana keadaanya?”. Tanya Ara. “Dia tidak apa-apa, sudahlah jangan merasa bersalah lagi”. Ucap hyun joong.


***



Kim bum pun duduk di samping so eun, ditatapnya so eun dengan hangat. So eun yang masih berbaring diatas ranjang dengan wajah yang terluka terlihat masih belum sadar. Tangannya pun diraih oleh kim bum, dipegangnya dengan erat, Kim bum pun menyatukan kelima jarinya dengan kelima jari so eun. “Ada yang mengatakan jika kita menyatukan jemari kita, maka hati kita akan terhubung.. hati kita akan bersatu.. semoga ini bisa menjadi penghubung kita.. so eun-in cepatlah sadar.. cepatlah sembuh”. Ucap kim bum. Kim bum pun mengelus rambut so eun yang tergerai. “Aku pernah mengatakan kalau kau meninggalkanku aku akan mati.. maka cepatlah kau sembuh”. Ucap kim bum lagi.


Keesokan harinya, syukur so eun sudah sadar. Terlihat kim bum begitu setia menemani so eun. Dia duduk disamping so eun, dengan telaten dia mengupas buah peach untuk so eun. sementara itu min ho dan hye sun duduk melihat mereka. “bum-ah kau memang cocok menjadi pengurus”. Ledek min ho. “Hyung.. kau itu!!!”. Timpal kim bum. “So eun-ah.. beruntungnya kau memiliki kekasih seperti dia”. Ucap hye sun. so eun tersenyum. “Aku merasa Tuhan terlalu baik padaku sehingga menghadirkan semua orang yang menyayangiku disampingku… bum-ah, tuan min ho, hye sun eonnie dan kedua tuan mudaku”. Ucap so eun. “Kau itu, biasakanlah memanggilku oppa.. aku kan kakaknya kekasihmu”. Ucap min ho, sepertinya sekarang min ho bisa menerima semuanya. Semuanya tersenyum mendengar ucapan min ho. “Berarti aku harus memanggil hye sun noona, kakak sepupu”. Jail kim bum. “Bum-ssi apa maksudmu”. Kaget hye sun. “Aniyo..”. jawab kim bum jail.


Tiba-tiba terdengar suara lain yang tak asing lagi. “Annyeong…”. Sapa lelaki paling bersemangat ini. “Hyung…...”. sambut kim bum pada kakak tertuanya itu. “Annyeong..annyeong..annyeong..”. ucap kim joon dengan nada rap-nya. “so eun-ah… bolehkan aku memanggilmu seperti itu???”. Tanya kim joon sambil menghampiri so eun. “karena kau bukan pengurus lagi.. tapi kau adalah adikku bukan?”. Ucap kim joon, “Tuan ini..”. ucap so eun. “eits.. aku bukan tuan mu lagi.. panggil aku oppa!!!”. Dengan nada manja kim joon menerangkan. “hehe.. ye..oppa!!!”. jawab so eun. “Kim Joon oppa”. Terang kim joon. “ye..kim joon oppa..hahaha”. ucap so eun manja. “Bagaimana keadaan rumah.. siapa yang menjadi kepala pengurus?”. Tanya so eun. “Pengurus Lee sudah kembali lagi kerumah. Awalnya pengurus Yong yang mencoba menggantikanmu.. untung Pengurus Lee sudah kembali lagi”. Ucap Kim joon. “baguslah”. Ucap so eun.


Ketika mereka semua sedang asyik mengobrol, dan saling melempar sindiran pada min ho yang terlihat semakin akrab dengan hye sun, datanglah Ara. Dia meminta waktu sebentar untuk berbicara dengan so eun. Akhirnya semuanya yang ada diruangan itu keluar kecuali so eun dan Ara. Ara duduk disamping so eun. “So eun-ssi… Aku datang kemari untuk meminta maaf padamu.. jeongmal mianheyo..”. ucap Ara. So eun menatap hangat. “Sudahlah tidak apa”. Ucap so eun. “Sebenarnya aku malu datang kemari.. aku malu karena aku sudah banyak salah padamu.. tapi kau masih berbaik hati padaku”. Ucap Ara. “Karena kita teman”. Jawab so eun singkat. “Kau masih menganggapku temanmu?? Meskipun aku telah jahat padamu???”. Tanya Ara, so eun mengangguk. “Kau sebenarnya tak sejahat itu, hanya saja emosi sesaatmu menyelimuti perasaanmu.. kau tak bisa mengontrol perasaanmu karena emosimu”. Ucap so eun. Ara terharu. “Kim bum-ssi memang tidak salah telah memilihmu..jeongmal gomawoyo..”. ucap Ara. “Kita bisa memulai pertemanan kita lagi”. Ucap so eun. “Sekarang kita teman bukan???”. Tanya Ara. “Ye…”. Jawab so eun sambil menjabat tangan Ara, Ara tersenyum penuh haru.





Keempat orang itu pun kembali masuk kedalam kamar. “akhirnya masalahnya selesai juga”. Ucap Kim joon. Kim bum tersenyum bahagia menyaksikan teman dan kekasihnya bisa berbaikan lagi. Kim bum berjalan menghampiri so eun dan mengelus rambutnya so eun. “Kim Bum-ssi jeongmal mianheyo..”. ucap Ara. “Ye.. aku juga meminta maaf jika aku pernah berkata kasar padamu”. Ucap kim bum. “Wuhawuha.. sepertinya sekarang kim bum nampak seperti lelaki keren saja.. diantara dua wanita.. biasanya hal itu terjadi padaku.. sekarang pesonamu semakin terasah saja.. itu berkat pengajaran dariku”. Ucap min ho. “kau??? Menurutku kau sama sekali tak mempesona”. Timpal hye sun. “Noona.. kau itu.. dasar wanita tua”. Bentak min ho. “dasar bocah!!!”. Timpal hye sun. “Sudahlah.. yang paling mempesona aku..aku.. sudah jangan bertengkar lagi”. Ucap kim joon. Kim bum, so eun dan Ara yang menyaksikan hanya tertawa saja.



***



Di tempat lain yaitu kediaman Tuan Lee Jeong Gil. Hyun joong tampak duduk bersama kakek Lee di taman belakang. Sepertinya mereka sedang berbicara serius. “Aku yakin kakek bisa menerimanya”. Ucap hyun joong. “Kau berbicara apa??? Lalu bagaimana dengan putri Tuan Goh?”. Tanya balik kakek. “Hareboji.. apakah hareboji akan memaksakan kehendak pada cucumu sendiri.. biarkanlah kami menentukan masa depan kami.. dengan siapa kami menjalin hubungan.. bukankah hareboji yang ku kenal adalah hareboji yang demokratis dan tidak pernah menilai orang dari status sosialnya?”. Tanya hyun joong. Kakek terdiam mendengar ucapan hyun joong. “hyun joong-ah tak kusangka kau lebih dewasa dari yang kakek duga.. terimakasih kau telah mengingatkan kakek. Tapi perjodohan harus tetap dilaksanakan.. apa yang harus kakek katakan pada tuan Goh”. Ucap kakek Lee. “Katakan yang sebenarnya saja.. Goh Ara-ssi memang telah berbohong mengenai hubungannya dengan kim bum”. Ucap hyun joong.




Kakek terlihat merenungi hal itu. “Akan kakek pikirkan lagi”. Ucap kakek Lee. “Begitu baiknya so eun-ah, dia meskipun sudah dijahati oleh Ara-ssi tapi dia masih menyelamatkan Ara-ssi”. Ucap hyun joong. Kakek kaget mendengar perkataan Hyun joong. “mworagoyo???”. Tanya kakek Lee. “ye hareboji.. kemarin Goh Ara-ssi hampir mengalami kecelakaan tapi so eun-ah yang menyelamatkannya.. dia sekarang dirawat dirumah sakit”. Ucap hyun joong. “jeongmalyo?”. Tanya kakek tak percaya. “ye..hareboji”. ucap hyun joong. “Sepertinya pandangan kakek pada gadis itu tidak salah.. sejak awal dia mengginjakan kaki di rumah ini kakek merasa dia memang gadis yang baik”. Ucap kakeknya. Hyun joong akhirnya bisa tersenyum lega mendengar ucapan kakeknya.



***



Seminggu kemudian so eun dan hye sun tampak sedang bekerja warung Bonjuk. Kebetulan hari ini pelanggannya cukup banyak. “Eonnie.. tampaknya kau bersemangat sekali.. malam minggu kemarin kau pergi kemana??”. Tanya so eun sambil merapihkan mangkuk-mangkuk yang kotor. “Oh.. itu tidak aku hanya pergi keluar”. Ucap hye sun gugup. “eonnie sepertinya kau sudah mempunyai kekasih yah??? Kau tak cerita padaku”. Ucap so eun. “ah.. aniyo.. aku masih single.. dan kau sendiri bagaimana dengan bum-ah?”. Tanya hye sun mengalihkan topic. “masih seperti biasa”. Ucap so eun.





Tak lama ternyata orang yang dibicarakan datang. Dengan sigap kim bum masuk dan langsung menarik tangan so eun. “Ayo pergi.. ayo..”. tarik kim bum. Hye sun dan so eun sendiri kaget. “Bum-ah ada apa?”. Tanya so eun sambil menahan tarikan kim bum. “Kita harus pergi kerumah.. ayo..”. ucap kim bum. “waeyo???”. Tanya so eun kaget. “Hareboji ingin bertemu denganmu.. “. Ucap kim bum. “Hareboji????”. Kaget so eun. kim bum mengangguk. “Noona.. aku pinjam so eun sebentar”. Ucap kim bum. Hye sun mengangguk.



Kim bum terlihat uring-uringan, dia terus bulak balik di ruang santai lantai 3. Dia cemas dengan apa yang sedang kakek dan so eun bicarakan di ruang kerja kakek. “Semoga tidak terjadi hal yang tak diinginkan”. Ucapnya. Sementara so eun terlihat duduk dengan kepala yang di tundukan. “tataplah aku”. Ucap Tuan Lee. “maafkan kesalahanku karena terpengaruh dengan ucapan Ara-ssi”. Ucap tuan Lee. So eun menggeleng. “Tidak tuan.. tuan tidak salah..”. ucap so eun. “Aku telah salah.. tak sepantasnya aku berbuat itu padamu dan cucuku sendiri. Kalian saling menyukai bukan?”. Tanya kakek. “ye.. josonghamnida”. Ucap so eun. tuan Lee terlihat tersenyum.



“Dari awal kau datang aku memang sudah merasa jika kau tidak akan menjadi pengurus.. tapi orang yang akan mengurusiku”. Ucap Tuan Lee. “maksud tuan???”. Tanya so eun. “kau datang kerumah ini bukan untuk menjadi seorang pengurus.. tapi kau akan mengurusiku dengan kasih sayang seorang cucu”. Ucap Tuan Lee, so eun terharu mendengar ucapan Tuan Lee. “Tuan…”. Ucap so eun. “Aniyo.. panggilah aku hareboji!”. Ucap tuan lee, so eun semakin terharu, matanya berkaca-kaca. “kamsahamnida…hareboji!!!”. Ucap so eun. “kemarilah”. Ucap tuan Lee. So eun pun mendekati tuan Lee. “maafkan hareboji”. Ucap Tuan Lee. So eun tersenyum haru. “Kembalilah ke rumah ini… kau kembali bukan sebagai pengurus Kim.. tapi kau kembali sebagai Kim So Eun calon cucu menantuku”. Ucap tuan Lee. So eun tersenyum.



So eun pun segera mengahampiri kim bum. “bagaimana????”. Tanya kim bum khawatir. So eun langsung memeluk kim bum. “Aku senang.. bum-ah.. aku senang”. Ucap so eun dalam peluknya. “Waeyo?? apa yang hareboji katakan?”. Tanya kim bum. “Kami sudah berbaikan”. Ucap so eun sambil melepaskan pelukannya pada kim bum. “Jeongmalyo???”. Tanya kim bum, so eun mengangguk manja, kim bum tersenyum. “Aku yakin dengan apa yang aku pilih.. dan kau adalah pilihan terbaik. Aku selalu yakin hubunganmu dengan kakek akan kembali baik”. Ucap kim bum. “akhirnya aku menemukan satu cinta sejatiku…”. Sambung so eun menatap kim bum. “Ehm……kau pun masih memiliki 3 cinta lainya.. jadi cintamu ada 4”. Tiba-tiba kim joon mengejutkan mereka berdua. “Oppa!!”. Ucap so eun dengan gaya malunya. “sepertinya semuanya telah kembali berjalan baik”. Ucap kim joon. “ye..”. jawab so eun. “maka dari itu aku bisa kembali mengatakan… Welcome, Kim So Eun!”. ucap kim joon. Kim bum tersenyum dengan tingkah kakaknya yang satu itu.



***




Beberapa hari kemudian, Ara dan Hyun joong terlihat sedang duduk di sebuah taman. “Semuanya sudah kembali seperti semula kan?”. Tanya Ara. Hyun joong mengangguk. “Aku pun sudah berbicara dengan aboji.. untuk memutuskan perjodohanku dengan Kim Bum-ssi, akupun telah meminta maaf pada hareboji”. Ucap Ara. “Kau semakin banyak berubah”. Ucap hyun joong. “Aku ingin memperbaiki kesalahanku dimasa lalu”. Ucap Ara. “Sudah sepantasnya.. apa yang telah kau perbuat itu juga yang harus kau pertanggungjawabkan.. hareboji juga sudah bisa menerima so eun”. ucap hyun joong. Ara tersenyum. “Baguslah..”. ucapnya. “sepertinya sekarang kau telah berubah dari seorang putri manja dan egois menjadi gadis dewasa”. Ucap hyun joong. “oppa.. terimakasih atas semuanya.. gomawoyo!!”. Ucap Ara. “memang dulu aku ingin sekali memiliki kim bum-ssi, karena sedari kecil aku selalu mendapatkan apa yang aku inginkan.. maka ketika aku tak mendapatkan kim bum-ssi aku menjadi seperti ini”. Ucap Ara. “Karena apa yang kau rasakan bukanlah cinta, itu hanya suatu ambisi.. ambisi untuk memiliki seutuhnya. Karena cinta bukanlah seperti itu, meskipun kita tak memilikinya.. asalkan kita bisa tersenyum melihatnya.. bahagia melihat dia bahagia.. itu bisa dikatakan cinta”. Ucap hyun joong. Ara mengangguk. “Araso!!”. Jawabnya.




“Lalu sekarang bagaimana denganmu?”. Tanya hyun joong. “Mungkin aku akan pergi ke Jepang, aku akan mengurus cabang usaha fashion ku yang berada di Jepang, sekalian aku melupakan semua.. aku ingin memulai semua hal baru”. Ucap Ara. “Jepang.. kapan kau akan pergi?”, Tanya hyun joong. “dua minggu lagi aku akan berangkat ke Jepang”. Ucap Ara. “jeongmalyo.. kebetulan sekali, dua minggu lagi aku juga ada penerbangan ke Jepang.. aku akan mengadakan kunjungan kerja cabang perusahaan kakek yang berada di Jepang”. Ucap hyun joong. “Kita bisa kesana bersama”. Sambungnya lagi. “Oppa..”. ucap Ara.



***




Satu minggu kemudian.., ^^

Hari yang cukup cerah.. matahari begitu cantik menari-nari diatas langit. Terlihat so eun, hye sun, kim bum, min ho dan hyun joong sedang berdiri menunggu di bandara Gimpo. Ya, hari ini mereka akan pergi liburan ke pulau Nami, pulau yang terkenal dengan drama ‘Winter Sonata”. Pulau dengan pemandangan yang sangat indah dan romantis. Hye sun dan so eun duduk sambil saling mengobrol. “Kau begitu dekat sekali dengan dia.. akui saja jika kalian berpacaran”. Jail hyun joong. “Aku sudah mengatakan beribu kali.. jika aku dan dia tidak berkencan”. Ucap min ho dengan nada juteknya. “kalian tidak berkencan, tapi jika ada acara dia yang selalu kau ajak”. Ucap hyun joong. “mulutmu harus di stum supaya diam. Hoh.. mana juga kakaku… lama sekali dia”. Ucap min ho kesal. “tadi hyung menelponku, dia sedang dijalan.. katanya sedang menjemput seseorang”. Ucap kim bum. “Siapa yang sedang dia jemput??”. Tanya hyun joong.




Tak lama sang kapten tim baseball datang juga. “Woi..bro.. mianhe aku terlambat”. Ucap kim joon yang berjalan beriringan dengan min jung. “Hyung.. kau dan min jung noona???”. Kompak ketiganya. “Aku boleh ikut kan?”, Tanya min jung. “tentu boleh.., hyung kenapa kau tak cerita?”. Tanya kim bum. “Aku diam-diam menyiapkan semuanya sendiri.. aku juga tidak mau disana menjadi obat nyamuk, sementara bum-ah dan min ho-ah bersama pasangan mereka”. Ucap kim joon. Min jung pun segera berbaur dengan so eun dan hye sun. “So eun-ah.. annyeong”. Sapa min jung. “Eonnie.. annyeong”. Ucap so eun. “Annyeong… min jung imnida”. Sapanya pada hye sun. “Annyeong.. hye sun imnida”. Jawab hye sun.



“Wah.. hyun joong-ah kau sendirian.. kasihan sekali”. Ucap kim joon. “Ah.. benar juga, kau tak mempunyai pasangan.. bagaimana jika aku mengirimkan seorang gadis cantik untuk menemanimu selama di pulau Nami?”. Tanya min ho. “tak perlu.. aku juga tak sebodoh itu.. tenang saja”. Ucap hyun joong. “ya sudah kalau begitu kita berangkat saja.. sudah kumpul semua kan”, Tanya kim joon. Tiba-tiba ada seorang gadis yang lari terbiri-birit dengan menarik koper kecil. “Tunggu!!!!!!!!!!!!!!! Oppa mian aku telat”. Teriak gadis itu. Kim bum, min ho dan kim joon berbalik kerah pusat suara.




“Goh ara-ssi???????”. Kaget mereka, Ara tersenyum tanpa dosa. “untung belum aku tinggalkan”. Ucap hyun joong sambil menghampiri Ara dengan memberikan senyuman manisnya. “Hyung joong ah.. jadi kau????”. Heran kim joon. “Memangnya kau pikir aku juga mau di pulau Nami sendirian??”. Ucap hyun joong. “aish.. kau hyung”. Ucap kim bum. “sepertinya hubungan keluarga Goh dan keluara Lee akan terjalin kembali”. Jail min ho, “apa-apaan kau ini.. ya sudah kita berangkat saja”. Ucap hyun joong sambil tertawa salting dan menghampiri ketiga saudaranya, sementara Ara berbaur bergabung dengan so eun, hye sun dan min jung. Merekapun bersiap berangkat ke pulau Nami. *Enjoy Hiloday in Nami Island with Love*




^^ THE END ^^



Cinta…

Ketika kau mencoba merangkai cinta kedalam selembar kertas

Lewat tarian penamu, kau akan terhenti..

Karena cinta tak akan mampu terbahasakan



Cinta…

Ketika cinta menelusup kedalam hatimu,

Nikmatilah..Tawa, Tangisan, Suka, Duka, Luka..

Dan kebahagiaan hanyalah bagian dari cinta itu sendiri



Karena itu,

Biarkanlah cinta masuk ke rahang cinta yang ia ingini..

Karena cinta tak pernah salah memilih.

(Di kutip dari Lulu Siti Aulia M.S)




4 LOVES 1 TRUE LOVE SPECIAL STORY


Kim Sang Bum – Kim So Eun Story


Kim Bum dan So Eun sekarang semakin dekat saja.. dimana ada Kim Bum pasti disana ada So Eun, begitupun sebaliknya. Dengan yakin sekarang Kim Bum bisa menggandeng So Eun dikampus, mereka menjadi pasangan muda yang diidam-idamkan setelah mereka mendapatkan julukan CC *Campus Couple of the year dalam acara pesta tahunan kampus*. Kim Bum dan So Eun pun saling melengkapi, kebetulan tahun ini mereka sedang merampungkan skripsi mereka. Mereka saling membantu, kadang-kadang pergi ke perpustakaan bersama. Hubungan yang positive ini sepertinya akan berakhir di labuhan yang bahagia pula. Apalagi kakek sudah sangat dekat dengan So Eun, seringkali so eun menemani kakek. Tinggal menunggu mereka wisuda sepertinya keinginan kakek akan segera terlaksanakan. So Eun pun sekarang sudah diikat tali pertunangan dengan Kim Bum, maka tak ada lagi yang berani mendekati So Eun.



Kim Hyun Joong – Goh Ara Story



Hubungan yang masih diakui sebatas dongsaeng-oppa ini sepertinya mulai mendekati arah lain dari sekedar hubungan itu. Hal itu terbukti dengan rajinnya Hyun Joong bertandang ke negeri Sakura. Kadang satu bulan sekali Hyun Joong pergi kesana dan selama seminggu berada disana. Entah apa yang terjadi yang jelas hubungannya dengan Ara semakin baik. Selain itu pekerjaanya pun di perlancar pula. Usaha fashion yang digeluti Ara pun semakin maju dan terkenal. Namun sepertinya memang ada sesuatu diantara mereka, apakah itu?? Hanya mereka dan Tuhan yang tahu.. hahaha *ngutip kata2 kak Rahmi*. Banyak netizen yang sekarang mengincar berita atau sekedar skandal dari mereka berdua. Namun belum ada klarifikasi.



Lee Min Ho – Goo Hye Sun Story

Tak jauh seperti Hyun joong dan Ara, mereka pun masih menggantukan hubungan mereka dengan status Namdongsang-Noona. Tapi hye sun juga tak mau disebut penyuka brondong, usia beda tiga tahun nampaknya tidak menjadi masalah, karena kadang Hye Sun tampak manja di samping Min Ho. Tapi pertengkaran atau adu mulut memang sepertinya tak bisa terhindarkan dari mereka. Meskipun status hubungan mereka sebatas namdongsaeng-noona tapi anehnya setiap malam minggu mereka habiskan bersama, entah untuk sekedar ngopi bareng, pergi jalan-jalan atau karouke. Dan hal gila lainya yaitu bahwa Min Ho sering marah-marah jika sudah melihat Hye Sun akrab dengan bos nya di Bonjuk yaitu Ki Bang.



Kim Hyung Joon - Lee Min Jung Story



Mengikuti jejak kedua saudaranya mereka juga masih asyik dengan status “CHINGU* alias teman. Padahal jika dipikir lagi apalagi yang mereka tunggu untuk memproklamirkan hubungan mereka sebagai sepasang kekasih. Min Jung dengan setia selalu menemani kim joon latihan baseball, kadang dia sendiri turun ke lapangan untuk diajari langsung oleh sang kapten lapangan itu. Begitupun dengan Kim Joon, dengan setia dia menemani Min Jung mencari objek-objek untuk di potret. Kadang kala Kim Joon yang terlihat lebih antusias untuk pergi mencari objek photo untuk Min Jung. Secara Min Jung memang seorang fotografer professional lulusan Dong Guk University, Department Photography and Art, dan sedang sibuk mempersiapkan pameran fotonya. Di satu sisi Kim Joon pun sedang sibuk mempersiapkan pertandingan baseball tingkat nasional itu.





Gimana mates..chingu..saeng.eonnie.. puas???

Puas dengan FF aku dan Special story nya????

Jeongmal Gomawoyo buat semua yang udah setia baca FF aku…

Jika boleh bertanya, mana diantara 10 part ini scenes yang sangat berkesan buat kalian, dan berharap jika bumsso memperagakannya dihadapan kalian????

Ok… ku tunggu komen dan kesannya.. Annyeong…!!!!

Mungkin mulai bulan sept aku gak bisa lagi se aktiv dulu lagi..

Karena mulai konsen kuliahhh.. so jangan rindukan aku mates..

Tapi aku akan rindu kalian…. *lebay*

Kamis, 26 Agustus 2010

4 Loves 1 True Love Part 9 (Confession... Saranghaeyo!!!!)

2 PART TERAKHIR



Annyeong mates…chingu…eonnie..saeng..

Ketemu lagi sama FF aku yang makin hari makin gak nyambung ini..

Langsung aja dech.. enjoy this





So eun terlihat sedang duduk terdiam di sebuah kursi dikamarnya. Wajahnya benar-benar sangat murung, matanya sayup setelah mendengar permintaan Tuan Lee padanya. Ditatapnya foto sang ibu. “Eomma… apa yang harus aku lakukan??? Aku tidak tahu”. Ucapnya lirih. “Apa aku harus mengatakan hal itu padanya??? Tapi aku tak kuasa… di satu sisi Tuan Lee sudah aku anggap kakekku sendiri… tapi disisi lain.. aku tak ingin membiarkan orang yang aku sayangi menikah dengan orang lain. Eomma… sekarang aku sangat membutuhkanmu untuk menjadi sandaranku”. Ucap so eun dengan air mata yang mulai mengalir dari pelupuk matanya. “Namun sepertinya.. aku harus mengambil keputusan… semoga jalan yang ku ambil tidak salah”. Ucap so eun. diapun segera beranjak menuju ranjangnya, membaringkan tuubuhnya dan berusaha memejamkan matanya, namun entah mengapa bayangan wajah kim bum saat menangis terus menerus ada dalam bayangnya. “Aku tidak ingin dia menangis kembali”.


***



Sementara itu dikamarnya yang berada di lantai 3. Kim bum tengah duduk diatas ranjangnya sambil sibuk menulis suatu catatan diatas selembar kertas. Dia menulis apa yang dirasakannya, dia meluapkan apa yang membuat dadanya sesak. Wajahnya sungguh sangat tidak bergairah. Diapun mengalihkan pandanganya dari kertas catatannya itu. “Apa aku harus mengatakan padanya??? Apakah ini benar??? Baiklah.. besok aku harus mengatakan jika aku menyukainya”. Ucap kim bum. Diapun segera menyimpan catatanya diatas meja disamping ranjangnya beserta bolpointnya. Diapun segera berbaring dan tertidur.

Keesokan harinya kim bum dan so eun terlihat duduk bersama di balkon kamarnya kim bum. Untuk beberapa saat mereka terdiam, kim bum merasa dia memang mempunyai salah karena telah mencium so eun. “Ada yang ingin aku kata..”. kompak keduanya. Mereka pun saling menatap dan kembali hadir kecanggungan. “Silahkan tuan duluan.. apa yang ingin tuan katakan?”. Tanya so eun. “Aniyo.. kau duluan saja.. aku akan mendengarkanmu dulu.. karena nanti kau yang harus mendengarkanku dengan serius”. Ucap kim bum yang berniat akan menyatakan perasaanya hari ini. So eun terdiam, rasanya dia sangat sulit untuk mengatakan hal ini pada kim bum, kata-katanya terhenti dipangkal tenggorokannya, ekspresi wajahnya mulai berubah, di sisi lain kim bum masih memajang gaya santai nya. “ayo..katakan..aku sudah siap!”. Ucap kim bum. “Tuan.. maaf jika saya lancang berkata ini pada Anda.. tapi melihat keadaan tuan Lee dan keadaan tuan sekarang ini.. apakah tidak terbesit niat Anda untuk menerima perjodohan ini?”. Ucap so eun, bagaikan mendengar suara petir wajah kim bum langsung berubah.

Kim Bum menatap so eun. “Apa yang baru saja kau katakan?”. Tanyanya kim bum tak percaya. “Terimalah perjodohan itu, demi Tuan Lee, demi Anda dan Keluarga Tuan Goh”. Ucap so eun dengan hati yang sakit. “Kau menyuruhku untuk menerima perjodohan itu??? Sungguh kau menyuruhku untuk itu?”. Tanya kim bum sambil menatap so eun. so eun tertunduk tak melihat. “Ternyata aku baru sadar sekarang kalau aku manusia paling bodoh!”. Ucap kim bum dengan nada kasarnya. So eun mulai berdiri, dia rasanya ingin lari dari tempat itu. Namun lagi-lagi kim bum menarik so eun. “Kau tahu.. aku begitu bodoh.. aku orang bodoh yang selalu menunggu.. mengharapkan kau menyuruhku untuk menolak perjodohan ini. Kau tahu aku tersiksa.. kakek, saudaraku, Ara-ssi menekanku untuk menerima perjodohan ini.. tapi kau tahu apa yang membuatku bertahan??? Karena masih ada seseorang yang kuharapkan menjadi sandaranku…. Menyuruhku untuk menolak perjodohan ini.. tapi ternyata orang yang kuharapkan adalah orang yang menyuruhku untuk menerima perjodohan ini”. Ucap kim dengan mata berkaca-kaca.



So eun terus menunduk, dia tak ingin kim bum melihat dia menangis.. rasanya dadanya sangat sakit. “apa tak pernah sekalipun kau menyukaiku?”. Tanya kim bum sambil memegang kedua lengan so eun. “Tuan lepaskna saya..!!!”. ucap so eun sambil berusaha melepaskan cengkraman kim bum. “jawab aku!!! Tatap mataku!!!”. Bentak kim bum dengan cengkraman yang semakin menyakiti so eun. so eun perlahan mengangkat wajahnya, menatap kim bum. “Tidak tuan”. Ucap nya berdusta. Kim bum sakit mendengar ucapan so eun. “Jadi kau benar ingin melihatku menikah dengan Ara-ssi?”. Tanya kim bum. “benar tuan”. Ucap so eun sambil terus menarik nafas berusaha membuat hatinya tak semakin sakit. “Apa kau akan bahagia jika aku bersamanya?”. Tanya kim bum. So eun memaksakan untuk tersenyum. “sa..saya.. saya bahagia tuan”. Ucapnya. “Kau begitu tega”. Ucap kim bum so eun kembali menunduk. “baiklah… kalau begitu kau bisa tersenyum bahagia melihat aku bersanding dengan Ara-ssi.. dan akan aku pastikan kau orang paling bahagia pengurus Kim”. ucap kim bum. So eun tak kuasa ingin menangis, ingin menjerit detik itu juga. “sekarang kau pergi dari sini!!”. Ucap kim bum sambil melepaskan cengkramannya dengan kasar, hingga so eun hampir terjatuh. “Aku tidak ingin melihat wajahmu!!!”. Bentak kim bum sambil memunggungi so eun. so eun berbalik dan memunggungi kim bum. Akhirnya air matanya terlupakan sudah, so eun menangis sambil tertunduk. Baru dua langkah dia berjalan kim bum kembali berbicara, “Pengurus Kim.. kau tidak tahu kan sesayang apa aku padamu.. kau tidak mau tahu bukan?? Tapi yang jelas sekarang aku tahu jika kau tak sesayang itu padaku”. Ucapnya. Hati so eun terasa sakit mendengar kata-kata kim bum. Diapun kembali melanjutkan langkahnya sambil terus menyeka air matanya.

So eun berjalan menuju teras belakang yang memang sangat sepi, dia menangis sendiri tak ada seorang pun yang menemani. Air matanya begitu mengalir. “Aku mohon.. aku tidak boleh menangis.. tapi hatiku rasanya sakit… maafkan aku..”. ucapnya dalam tangis, tiba-tiba hyun joong datang menghampiri so eun. “yang kau lakukan barusan adalah kesalahan terbesar”. Ucap hyun joong mengalihkan perhatian so eun, so eun menatap hyun joong, hyun joong duduk disamping so eun. “Tuan…”. Ucapnya lirih. “Aku ijinkan untuk beberapa saat kau menjadi dongsaengku.. kau bisa menganggapku oppa mu”. Ucap hyun joong. “Adik selalu bisa bercerita dengan kakaknya bukan..”. ucap hyun joong. “menangislah dihadapan kakakmu ini”. Sambungnya lagi. “maaf.. tuan air mataku tak bisa ditahan”. Ucap so eun. hyun joong mengelus rambut so eun. “pengurus Kim.. kenapa kau menyakiti adikku dan dirimu sendiri??? Kau salah jika kau menganggap ini pilihan yang terbaik, karena sebenarnya yang kau pilih adalah yang buruk”. Ucap hyun joong. So eun menatap hyun joong.



“Aku tahu kau menyukai adiku.. tapi kau menyuruh dia menerima perjodohan ini.. demi kakek????”. Tanya hyun joong. So eun menatap hyun joong. “ini tidak benar.. kejarlah cintamu jangan sampai kau menyesal pengurus Kim… kau seharusnya orang yang berada disamping kim bum”. Ucap hyun joong. “tapi tuan..”. elak so eun. “kakek biar aku yang selesaikan”. Ucap hyun joong. “kamsahamnida…”. Ucapnya sambil menangis. “temui adikku!!”. Perintah hyun joong, so eun mengangguk dan diapun bergegas menuju kamarnya kim bum. Dia berlari namun tidak ada kim bum dikamarnya. So eun mencari ke balkon kamar, kamar mandi, ruang santai dan ruang kerja dilantai tiga tapi tidak ada kim bum. “Kau dimana?? Aku ingin minta maaf”. Ucap so eun . diapun kembali menuju kamarnya kim bum, so eun pun melihat sepucuk kertas diatas ranjang kim bum. Itu adalah catatan yang semalam ditulis kim bum. So eun pun segera mengambil kertas itu lalu dia duduk dan membaca teliti kata perkata yang ditulis oleh kim bum.

Ringkih…

Mungkin kata ini yang paling tepat untuk menggambarkanku saat ini.

Aku dengar cinta membawa kebahagiaan, tapi mengapa disini kita menangis?

Aku menyakitimu.. kau pun menyakitiku.

Kita saling menyakiti, tapi sungguh yang ku tahu ini Cinta.

Aku menangis sendiri dalam gelap.

Aku tersesat hingga malam tak mengenaliku.

Disini tak ada sandaran agarku lebih tentram,

Tak ada pelukan agar ku lebih hangat

Aku membutuhkanmu saat ini Kim So Eun!

Tapi kau malah meninggalkanku..

Aku panggil kau dalam tiga desahan nafas

Yang disetiap hembusnya terangkai siluet wajahmu yang menari-nari di langit mimpiku

Aku biarkan kau masuk kedalam hatiku

Memberiku memori yang tak ingin aku lupa

Senyum dan keceriaanmu memberi semangat untukku.

Kau selalu berhasil membuatku jatuh cinta padamu

Tapi mengapa kau memilih pergi?

Adilkah ini?

Ya, Tuhan.. aku begitu menginginkan So Eun,

Inginku mendengar dia menyebut namaku..Kim Bum!

Tapi rasanya itu begitu sulit…

Ingin rasanya aku menjadi Kim Bum..yang bisa memiliki Kim So Eun

Bukan Tuan muda… yang hanya bisa menatap Pengurus Kim..

Tanpa bisa menggenggamnya… dan mendekap hatinya..

Tuhan.. dekatkanlah..hatiku padanya

Aku ingin keluar dari belenggu perjodohan ini

Tapi apa yang bisa ku perbuat..

Semua mendesakku untuk menerimanya..

Tapi aku tidak akan berhenti berjuang.. karena aku masih mempunyai satu harapan

Aku masih menunggu dia untuk mencegahnya..

Karena demi dia aku akan bertahan…

So Eun cegahlah aku!! Laranglah aku untuk menerimanya!!

Aku masih menunggu waktu itu.

So eun kembali menangis setelah membaca catatan kim bum. “kau..kau..ternyata lebih menderita daripada yang aku kira.. jeongmal mianhe… jeongmal mianheyo. Aku tak berada disapingmu aku tak bisa kau jadikan sandaran ketika kau sedih”. Ucapnya dalam tangis. “Sekarang kau dimana????”. Sambungnya lagi. So eun segara berlari menuju lantai bawah. Disana dia bertemu dengan pengurus Yong. “tadi saya melihat tuan Kim Bum pergi keluar.. dia menjalankan mobilnya dengan kencang. Sepertinya Tuan sedang ada masalah.. wajahnya murung sekali pengurus Kim”. ucap pengurus Yong, tak berlama-lama so eun pun langsung berangkat dari rumah. Ketika di gerbang tak sengaja dia berpapasan dengan Goh Ara yang sedang naik mobil, namun so eun tak menyadarinya. So eun keluar sementara Ara masuk. Dia datang menemui kakek.

Di ruang kerja kakek Ara tampak sibuk menjelek-jelekan so eun. “sepertinya kakek telah salah memilih seorang pengurus”. Ucap Ara. “apa maksud perkataanmu Ara-ssi?”. Tanya tuan Lee. “Pengurus Kim tak sebaik apa yang kakek pikirkan. Aku sedih melihat perubahan sikap kim bum-ssi padaku… dia menjadi dingin padaku.. dan kakek tahu siapa yang menyebabkan semua ini?”. Dusta Ara. Kakek menatap Ara sambil meletakan koran yang sedang dibacanya. “Itu semua karena pengurus Kim.. pengurus Kim yang selalu menggoda kim bum-ssi hingga dia berubah”. Fitnah Ara. “pengurus Kim????”. kaget kakek. “Ye hareboji..sebaiknya pengurus Kim dipecat saja.. aku takut… kakek marah… tapi kakek harus tahu yang sebenarnya.. pengurus Kim mengancam hubunganku dengan Kim Bum-ssi”. Ucap Ara. “Jeongmalyo????”. Ucap kakek tak percaya. Ara menunduk. “Kalau pengurus Kim membahayakan hubungan kalian.. akan kakek berhentikan pengurus Kim”. ucap kakek. “Ye.. kamsahamnida..asal kakek tahu.. pengurus Kim itu menyukai Kim Bum-ssi”. Ucap Ara. Kakek terlihat marah mendengar kata-kata Ara.



Sementara itu malam menyambut so eun yang tengah berjalan mencari kim bum. So eun tertuju pada satu tempat yang dia yakini kim bum berada disana. Di Pohon Bintang. Benar saja kim bum tampak sedang berdiri menatap kota seoul malam diatas sana. So eun melangkahkan kakinya beberapa langkah sampai dia memberhentikan langkahnya ketika melihat kim bum. Kim bum yang mendengar ada suara langkah kaki seseorang langsung berbalik. Ketika dia melihat so eun dia kaget, so eun tanpa basa basi langsung berlari memeluk kim bum. Kim bum kaget dibuatnya, matanya melotot kaget.



“jeongmal mianheyo…jongmal mianheyo.. aku telah berbohong padamu..”. ucapnya sambil terisak menangis. “Ada apa?? Maaf untuk apa?”. Tanya kim bum. “Aku telah berbohong.. aku tidak suka melihat kau dengan Ara-ssi.. aku tidak rela.. aku tidak akan bahagia.. hatiku sakit kau dijodohkan dengannya dan.. aku menyayangimu..aku menyayangimu..mianheyo..b..bu..bum-ah!”. Ucap so eun sambil memeluk kim bum erat. Kim bum bahagia mendengar pengakuan so eun, terutama ini kali pertamanya so eun memanggil namanya ‘bum-ah’. “Kau memanggil namaku??? Akhirnya kau memanggil namaku”. Ucap kim bum. “Mianheyo..bum-ah”. Ucapnya. “so eun-ah.. saranghaeyo”. Ucap kim bum sambil memeluk so eun dan mencium kening so eun.



***


So eun dan kim bum pun berjalan kaki menuju mobil yang berada dibawah. Karena jalan menuju pohon bintang tidak bisa diterobos menggunakan mobil. Sepanjang jalan so eun dan kim bum terus bergandengan. Senyum terus terpasang di muka keduanya, sesekali kim bum mengayunkan genggaman tanganya, tingkahnya sedikit terlihat manja tapi lucu juga, so eun hanya tersenyum. “boleh aku bertanya?”. Tanya so eun, kim bum menoleh menatap so eun. “mwo?”. “apa aku cantik???? Sehingga kau memilih untuk menyayangiku”. Tanya so eun. “kau tidak cantik”. Jawabnya singkat, so eun sedikit kecewa mendengar jawaban kim bum. “Bum-ah apa kau berharap untuk hidup denganku?”. Tanya so eun lagi. “Aniyo…”. Jawabnya sangat singkat, so eun mulai manyun. “baiklah ini pertanyaan terakhir.. apa kau akan menangis jika aku meninggalkanmu?”. Tanya so eun meyakinkan. “Aniyo…”. Jawab kim bum pasti. “Kalau begitu untuk apa aku berada disampingmu.. jika aku tidak berarti untukmu”. Kesal so eun.



Kim bum tersenyum melihat aksi so eun. “Waeyo???? Kau jangan marah seperti itu.. ne..ne.. so eun-ah, bagiku kau itu tidak cantik.. tapi kau indah. Aku tidak berharap untuk hidup denganmu.. karena aku hidup untukmu dan jika kau meninggalkanku aku tidak akan menangis, tapi aku akan mati”. Ucap kim bum, so eun terharu mendengar jawaban kim bum. “Kau masih marah?”. Tanya kim bum. So eun menggeleng. “Malam ini kita cari penginapan.. aku tidak mau pulang”. Ucap kim bum. Mereka pun naik mobil dan mencari penginapan. Tersisa hanya ada satu kamar lagi, itupun bukan dihotel tapi disebuah rumah penginapan kecil. “kau tidur dibawah.. dan aku diatas yah”. Ucap so eun, kim bum mengangguk. “bum-ah saranghaeyo..annyeong!!!”. ucapnya sambil memejamkan matanya. Beberapa saat kemudian so eun sudah terlelap tidur, kim bum beranjak menuju ranjang so eun, diapun mendekat untuk mencium kening so eun. “so eun-nin annyeong!!!”.


***



Keesokan harinya mereka bangun dan didapatinya kim bum tengah tidur disamping so eun. *jangan negative…pakaian masih lengkap yah.. tidak terjadi sesuatu chingu* so eun terbangun duluan. “Aish,,, dia tidur disini juga”. Ucapnya. Kim bum pun ikut terbangun dan orang pertama yang dia lihat adalah so eun. “So eun-nin..annyeong!!!”. ucapnya dengan posisi masih tidur. “Masih pagi sudah gombal.. kau itu begitu mempesona..tapi melihatmu tidur seperti ini..dimataku tetap sama seperti orang biasa”. Ucap so eun. “Aku senang mendengarnya”. Ucap kim bum sambil mendekat mencium pipi so eun. “hei.. kau seenaknya menciumku.. kau belum mandi dan gosok gigi.. jorok sekali hidupmu”. Bentak so eun. “Ah.. pagi-pagi sudah mencium kekasihku..rasanya tak perlu mandi”. Ucap kim bum cengengesan. “tingkahmu semakin aneh saja..ayo sekarang cepat kau mandi!”. Ucap so eun sambil beranjak dari ranjang lalu melemparkan handuk. “kau itu harus lembut.. aku kan kekasihmu sekarang…”. Ucap kim bum menatap so eun. “bum-in.. mandilah..ayo..ayo…”. ucapnya lembut, kim bum tersenyum.

Siangnya sebelum pulang kerumah mereka pergi jalan-jalan dulu, mereka pergi membeli ice cream, makan, nonton film, sampai photobox. *hal-hal yang dilakukan mereka lazimnya orang lagi kencan*. Setelah selesai menyenangkan hati dan pikiran mereka pun siap untuk pulang dan mengaku pada kakek. Merekapun pulang, hyun joong, kim jun dan min ho menyambut mereka. Kim jun dan min ho yang sudah sadar meminta maaf pada So Eun. “Kau sudah siap menghadap kakek?’. Tanya kim bum pada so eun. “Bukannya sudah.. yang benar kalian harus siap menghadap kakek”. Ucap Kim jun. Malamnya sepulang tuan Lee dari kantor so eun di minta untuk menghadap ke ruang kerja Tuan Lee. Dia duduk diatas kursi yang langsung berhadapan dengan Tuan Lee.



“Saya mengaku bersalah tuan.. maafkan saya”. Ucap so eun dengan wajah menunduk. “Kali ini aku sangat kecewa denganmu pengurus Kim. kau pergi bersama cucuku bermalam pula”. Bentak tuan Lee dengan tatapan tajam. “josonghamnida..josonghamnida”. ucap so eun semakin menunduk. “Kau lancang sekali berbuat seperti itu.. kau menyukai cucuku bukan?? Padahal kau tahu dia sudah aku jodohkan dengan putri tuan Goh”. Ucap tuan Lee. “Saya mengaku bersalah.. saya menyukai tuan muda”. Ucap so eun. “Tahu dengan posisimu sendiri.. sepertinya benar apa yang dikatakan Goh Ara-ssi, kau lebih membahayakan dari yang aku duga. Dengan sangat menyesal aku memberhentikanmu mulai malam ini juga”. Ucap tuan Lee tegas. “Mwo??? Tuan apa Anda tidak bisa mempertimbagkannya lagi???”. Tanya so eun. “Keluarlah dari rumah ini!!!!”. Perintah tuan Lee. So eun menunduk menangis.


Beberapa saat kemudian so eun sudah siap pergi dengan kopernya. “Aku akan berbicara dengan kakek!!!”. Ucap kim bum, “Bum-ah jangan sekarang.. ini malah akan semakin membuat masalah”. Saran kim jun. “Hyung.. apa kau ingin membiarkan so eun keluar dari sini???? Aku tidak mau”. Ucap kim bum. “Nanti kita akan bantu.. pasti!! tapi tidak malam ini”. Saran min ho. “kalau begitu saya pamit”. Ucap so eun. “Malam ini kau akan pergi kemana?”. Tanya Kim Bum. “Sepertinya aku akan kembali ke warung Bonjuk”. Ucap so eun. “Itu tempat yang tepat.. Hye sun noona bisa menjagamu”. Ucap min ho. “Siapa itu hye sun noona?”. Tanya hyun joong. “ah… tidak penting jangan dibahas!!!”. Ucap min ho. “Untuk sementara aku akan ikut tinggal bersama hye sun eonnie”. Ucap so eun. “Ya sudah kalau begitu, biarkan mereka berdua.. kita keatas saja”. Ajak kim jun.



“Kenapa kau memilih pergi?? Kenapa kau memilih untuk meninggalkanku lagi?”. Tanya kim bum sambil membawa koper so eun. “aku lebih bersedia untuk pergi bum-ah”. Jawab so eun menatap lembut kim bum. “Waeyo??? kau tidak ingin bersamaku lagi?? Secepat inikah?”. Tanya kim bum. “Biarkan aku untuk menyayangimu… aku ingin menyayangimu bum-ah, dan dengan cara aku pergi dari sini aku bisa menyayangimu seutuhnya”. Ucap so eun, kim bum menatap so eun. “So eun-ah aku tidak akan melepaskanmu lagi”. Ucap kim bum. “Ne.. akupun begitu.. kalau kau ingin menemuiku kau bisa datang ke warung Bonjuk”. Ucap so eun. “Warung Bonjuk dimana aku tidak tahu”. Ucap kim bum. “Tanya pada tuan min ho pasti tahu”. Ucap so eun. “ya sudah aku harus pergi..jaga diri baik.baik”. ucap so eun dengan mata berkaca. “Kau yang harus menjaga dirimu baik-baik, selalu hubungi aku..”. ucap kim bum. “hm…”. Ucapnya sambil mengangguk. So eun pun pergi.

***

Seminggu telah berlalu, Ara datang kerumah kakek Lee. Di rumah kebetulan hanya ada hyun joong hari minggu ini. Kakek pergi bermain golf dengan rekan bisnisnya, Kim bum sepertinya sedang pergi menemui so eun, kim jun pergi entah kemana, hal yang sama juga terjadi pada min ho. “Semuanya ada acara masing-masing.. pasti mereka semua sedang berkencan” ucap hyun joong. “Annyeong oppa”. Sapa Ara manja. Hyun joong menoleh kearah Ara. “Kau ternyata”. Ucap hyun joong dingin. “Hyun joong oppa.. kau sepertinya tidak senang melihat kedatanganku”. Tanya Ara. “Sepertinya perasaanmu peka sekali”. Ucap hyun joong. “Kenapa harus dengan nada sinis?”. Tanya Ara. “Aku baru tahu jika kau wanita selicik itu…sungguh tak kusangka”. Ucap hyun joong. “Apa maksudmu?”. Tanya Ara. “Kau hebat.. hingga bisa membuat kakek memberhentikan pengurus Kim”. ucap hyun joong. “dia sudah berhenti???”. Heran Ara.

***

Kim Bum pun bersiap untuk pulang dari warung bonjuk. Dia tengah sibuk membelokan mobilnya, tak disangka Ara datang ke warung Bonjuk. Kim Bum dari mobil terus memperhatikan gerak-gerik Ara. Ara terlihat masuk kedalam warung dan menemui so eun. Mereka berduapun memilih mengobrol di meja paling samping yang langsung terlihat jelas dari luar. “Ada apa dia menemui so eun?”. batin kim bum yang memperhatikan dari luar. “Langsung saja kau ingin bicara apa?”. Tanya so eun. “Aku baru saja mendengar kabar bahagia.. ternyata kau diberhentikan oleh kakek Lee”. Ucap Ara. “Itu memang benar.. lantas kenapa?”. Tanya balik so eun. “Bukankah kau pernah mengatakan jika hanya kakek Lee yang bisa memberhentikanmu.. dan semua terbukti”. Ucap Ara. “Dan aku tahu ini ada campur tanganmu.. sebenarnya kenapa kau begitu membenciku?”. Tanya so eun. “karena kau dekat dengan calon suamiku.. kau harus ingat itu”. Ucap Ara. Tiba-tiba handphone so eun berbunyi, ada pesan dari Kim Bum.

Aku yakin padamu…

Kau akan mempertahankuan hubungan kita

Biarkan saja dia!!!

Sender : Kim Bum-ah

+0930035546xxxx



Setelah membaca itu, diluar sana kim bum langsung pergi pulang. So eun pun semakin yakin setelah membaca pesan dari kim bum. “Lepaskan kim bum-ssi.. lepaskan dia untuku dan demi kakek Lee”. Ucap Ara. So eun menatap “Aku tidak akan melepaskan kekasihku untukmu”. Ucap so eun. “Mworagoyo??????????? Kekasihmu???”. Kaget Ara. “Ne.. kekasihku.. jadi sekarang kau yang ku mohon jangan mengganggu hubungan orang lain!!”. Ucap so eun tegas. “Kau tahu kan dimana pintu keluarnya..silahkan keluar dari sini”. Ucap so eun. “Ah…sulit dipercaya.. jangan menghayal kau!!!”. Ucap Ara, so eun pun segera berjalan mendekati pintu dan membukakan pintu itu. “Jika kau tidak tahu pintu keluar.. ini aku tunjukan.. silahkan kau keluar dari warung ini”. Ucap so eun. Ara pun berjalan menghampiri So Eun. “aku akan mengingat penghinaan ini”. Ucap Ara. “Silahkan keluar!!”. Balas So Eun. Arapun segera keluar sambil terus menatap tajam So Eun. Dia yang akan menyebrang karena mobilnya diparkir diseberang warung, berjalan tanpa melihat jalan, tatapannya menatap tajam so eun, hingga dia tak sadar ada mobil di jalan itu yang sedang melaju kencang. So eun yang melihatnya sontak kaget. “Ara-ssi awas………..!!!!!”. teriak so eun, ketika menengok Ara yang shok melihat mobil malah tak bisa menggerakan tubuhnya. So eun yang melihat hal itu langsung berlari untuk menyelamatkan Ara.



^^ TO BE CONTINUED^^

Bagaimana akhir kisah kim bum dan so eun?

Apakah Ara atau So Eun yang selamat dalam kecelakaan itu???

Lalu apakah sikap keras kakek terhadap hubungan kim bum dan so eun bisa melunak?

Tunggu jawabannya di 4 Loves 1 True Love FINAL PART.

Rabu, 25 Agustus 2010

4 Loves 1 True Love Part 9 (Confession, saranghaeyo...!!!)

2 PART TERAKHIR


Annyeong mates…chingu…eonnie..saeng..

Ketemu lagi sama FF aku yang makin hari makin gak nyambung ini..

Langsung aja dech.. enjoy this





So eun terlihat sedang duduk terdiam di sebuah kursi dikamarnya. Wajahnya benar-benar sangat murung, matanya sayup setelah mendengar permintaan Tuan Lee padanya. Ditatapnya foto sang ibu. “Eomma… apa yang harus aku lakukan??? Aku tidak tahu”. Ucapnya lirih. “Apa aku harus mengatakan hal itu padanya??? Tapi aku tak kuasa… di satu sisi Tuan Lee sudah aku anggap kakekku sendiri… tapi disisi lain.. aku tak ingin membiarkan orang yang aku sayangi menikah dengan orang lain. Eomma… sekarang aku sangat membutuhkanmu untuk menjadi sandaranku”. Ucap so eun dengan air mata yang mulai mengalir dari pelupuk matanya. “Namun sepertinya.. aku harus mengambil keputusan… semoga jalan yang ku ambil tidak salah”. Ucap so eun. diapun segera beranjak menuju ranjangnya, membaringkan tuubuhnya dan berusaha memejamkan matanya, namun entah mengapa bayangan wajah kim bum saat menangis terus menerus ada dalam bayangnya. “Aku tidak ingin dia menangis kembali”.



***




Sementara itu dikamarnya yang berada di lantai 3. Kim bum tengah duduk diatas ranjangnya sambil sibuk menulis suatu catatan diatas selembar kertas. Dia menulis apa yang dirasakannya, dia meluapkan apa yang membuat dadanya sesak. Wajahnya sungguh sangat tidak bergairah. Diapun mengalihkan pandanganya dari kertas catatannya itu. “Apa aku harus mengatakan padanya??? Apakah ini benar??? Baiklah.. besok aku harus mengatakan jika aku menyukainya”. Ucap kim bum. Diapun segera menyimpan catatanya diatas meja disamping ranjangnya beserta bolpointnya. Diapun segera berbaring dan tertidur.

Keesokan harinya kim bum dan so eun terlihat duduk bersama di balkon kamarnya kim bum. Untuk beberapa saat mereka terdiam, kim bum merasa dia memang mempunyai salah karena telah mencium so eun. “Ada yang ingin aku kata..”. kompak keduanya. Mereka pun saling menatap dan kembali hadir kecanggungan. “Silahkan tuan duluan.. apa yang ingin tuan katakan?”. Tanya so eun. “Aniyo.. kau duluan saja.. aku akan mendengarkanmu dulu.. karena nanti kau yang harus mendengarkanku dengan serius”. Ucap kim bum yang berniat akan menyatakan perasaanya hari ini. So eun terdiam, rasanya dia sangat sulit untuk mengatakan hal ini pada kim bum, kata-katanya terhenti dipangkal tenggorokannya, ekspresi wajahnya mulai berubah, di sisi lain kim bum masih memajang gaya santai nya. “ayo..katakan..aku sudah siap!”. Ucap kim bum. “Tuan.. maaf jika saya lancang berkata ini pada Anda.. tapi melihat keadaan tuan Lee dan keadaan tuan sekarang ini.. apakah tidak terbesit niat Anda untuk menerima perjodohan ini?”. Ucap so eun, bagaikan mendengar suara petir wajah kim bum langsung berubah.

Kim Bum menatap so eun. “Apa yang baru saja kau katakan?”. Tanyanya kim bum tak percaya. “Terimalah perjodohan itu, demi Tuan Lee, demi Anda dan Keluarga Tuan Goh”. Ucap so eun dengan hati yang sakit. “Kau menyuruhku untuk menerima perjodohan itu??? Sungguh kau menyuruhku untuk itu?”. Tanya kim bum sambil menatap so eun. so eun tertunduk tak melihat. “Ternyata aku baru sadar sekarang kalau aku manusia paling bodoh!”. Ucap kim bum dengan nada kasarnya. So eun mulai berdiri, dia rasanya ingin lari dari tempat itu. Namun lagi-lagi kim bum menarik so eun. “Kau tahu.. aku begitu bodoh.. aku orang bodoh yang selalu menunggu.. mengharapkan kau menyuruhku untuk menolak perjodohan ini. Kau tahu aku tersiksa.. kakek, saudaraku, Ara-ssi menekanku untuk menerima perjodohan ini.. tapi kau tahu apa yang membuatku bertahan??? Karena masih ada seseorang yang kuharapkan menjadi sandaranku…. Menyuruhku untuk menolak perjodohan ini.. tapi ternyata orang yang kuharapkan adalah orang yang menyuruhku untuk menerima perjodohan ini”. Ucap kim dengan mata berkaca-kaca.



So eun terus menunduk, dia tak ingin kim bum melihat dia menangis.. rasanya dadanya sangat sakit. “apa tak pernah sekalipun kau menyukaiku?”. Tanya kim bum sambil memegang kedua lengan so eun. “Tuan lepaskna saya..!!!”. ucap so eun sambil berusaha melepaskan cengkraman kim bum. “jawab aku!!! Tatap mataku!!!”. Bentak kim bum dengan cengkraman yang semakin menyakiti so eun. so eun perlahan mengangkat wajahnya, menatap kim bum. “Tidak tuan”. Ucap nya berdusta. Kim bum sakit mendengar ucapan so eun. “Jadi kau benar ingin melihatku menikah dengan Ara-ssi?”. Tanya kim bum. “benar tuan”. Ucap so eun sambil terus menarik nafas berusaha membuat hatinya tak semakin sakit. “Apa kau akan bahagia jika aku bersamanya?”. Tanya kim bum. So eun memaksakan untuk tersenyum. “sa..saya.. saya bahagia tuan”. Ucapnya. “Kau begitu tega”. Ucap kim bum so eun kembali menunduk. “baiklah… kalau begitu kau bisa tersenyum bahagia melihat aku bersanding dengan Ara-ssi.. dan akan aku pastikan kau orang paling bahagia pengurus Kim”. ucap kim bum. So eun tak kuasa ingin menangis, ingin menjerit detik itu juga. “sekarang kau pergi dari sini!!”. Ucap kim bum sambil melepaskan cengkramannya dengan kasar, hingga so eun hampir terjatuh. “Aku tidak ingin melihat wajahmu!!!”. Bentak kim bum sambil memunggungi so eun. so eun berbalik dan memunggungi kim bum. Akhirnya air matanya terlupakan sudah, so eun menangis sambil tertunduk. Baru dua langkah dia berjalan kim bum kembali berbicara, “Pengurus Kim.. kau tidak tahu kan sesayang apa aku padamu.. kau tidak mau tahu bukan?? Tapi yang jelas sekarang aku tahu jika kau tak sesayang itu padaku”. Ucapnya. Hati so eun terasa sakit mendengar kata-kata kim bum. Diapun kembali melanjutkan langkahnya sambil terus menyeka air matanya.

So eun berjalan menuju teras belakang yang memang sangat sepi, dia menangis sendiri tak ada seorang pun yang menemani. Air matanya begitu mengalir. “Aku mohon.. aku tidak boleh menangis.. tapi hatiku rasanya sakit… maafkan aku..”. ucapnya dalam tangis, tiba-tiba hyun joong datang menghampiri so eun. “yang kau lakukan barusan adalah kesalahan terbesar”. Ucap hyun joong mengalihkan perhatian so eun, so eun menatap hyun joong, hyun joong duduk disamping so eun. “Tuan…”. Ucapnya lirih. “Aku ijinkan untuk beberapa saat kau menjadi dongsaengku.. kau bisa menganggapku oppa mu”. Ucap hyun joong. “Adik selalu bisa bercerita dengan kakaknya bukan..”. ucap hyun joong. “menangislah dihadapan kakakmu ini”. Sambungnya lagi. “maaf.. tuan air mataku tak bisa ditahan”. Ucap so eun. hyun joong mengelus rambut so eun. “pengurus Kim.. kenapa kau menyakiti adikku dan dirimu sendiri??? Kau salah jika kau menganggap ini pilihan yang terbaik, karena sebenarnya yang kau pilih adalah yang buruk”. Ucap hyun joong. So eun menatap hyun joong.



“Aku tahu kau menyukai adiku.. tapi kau menyuruh dia menerima perjodohan ini.. demi kakek????”. Tanya hyun joong. So eun menatap hyun joong. “ini tidak benar.. kejarlah cintamu jangan sampai kau menyesal pengurus Kim… kau seharusnya orang yang berada disamping kim bum”. Ucap hyun joong. “tapi tuan..”. elak so eun. “kakek biar aku yang selesaikan”. Ucap hyun joong. “kamsahamnida…”. Ucapnya sambil menangis. “temui adikku!!”. Perintah hyun joong, so eun mengangguk dan diapun bergegas menuju kamarnya kim bum. Dia berlari namun tidak ada kim bum dikamarnya. So eun mencari ke balkon kamar, kamar mandi, ruang santai dan ruang kerja dilantai tiga tapi tidak ada kim bum. “Kau dimana?? Aku ingin minta maaf”. Ucap so eun . diapun kembali menuju kamarnya kim bum, so eun pun melihat sepucuk kertas diatas ranjang kim bum. Itu adalah catatan yang semalam ditulis kim bum. So eun pun segera mengambil kertas itu lalu dia duduk dan membaca teliti kata perkata yang ditulis oleh kim bum.

Ringkih…

Mungkin kata ini yang paling tepat untuk menggambarkanku saat ini.

Aku dengar cinta membawa kebahagiaan, tapi mengapa disini kita menangis?

Aku menyakitimu.. kau pun menyakitiku.

Kita saling menyakiti, tapi sungguh yang ku tahu ini Cinta.

Aku menangis sendiri dalam gelap.

Aku tersesat hingga malam tak mengenaliku.

Disini tak ada sandaran agarku lebih tentram,

Tak ada pelukan agar ku lebih hangat

Aku membutuhkanmu saat ini Kim So Eun!

Tapi kau malah meninggalkanku..

Aku panggil kau dalam tiga desahan nafas

Yang disetiap hembusnya terangkai siluet wajahmu yang menari-nari di langit mimpiku

Aku biarkan kau masuk kedalam hatiku

Memberiku memori yang tak ingin aku lupa

Senyum dan keceriaanmu memberi semangat untukku.

Kau selalu berhasil membuatku jatuh cinta padamu

Tapi mengapa kau memilih pergi?

Adilkah ini?

Ya, Tuhan.. aku begitu menginginkan So Eun,

Inginku mendengar dia menyebut namaku..Kim Bum!

Tapi rasanya itu begitu sulit…

Ingin rasanya aku menjadi Kim Bum..yang bisa memiliki Kim So Eun

Bukan Tuan muda… yang hanya bisa menatap Pengurus Kim..

Tanpa bisa menggenggamnya… dan mendekap hatinya..

Tuhan.. dekatkanlah..hatiku padanya

Aku ingin keluar dari belenggu perjodohan ini

Tapi apa yang bisa ku perbuat..

Semua mendesakku untuk menerimanya..

Tapi aku tidak akan berhenti berjuang.. karena aku masih mempunyai satu harapan

Aku masih menunggu dia untuk mencegahnya..

Karena demi dia aku akan bertahan…

So Eun cegahlah aku!! Laranglah aku untuk menerimanya!!

Aku masih menunggu waktu itu.

So eun kembali menangis setelah membaca catatan kim bum. “kau..kau..ternyata lebih menderita daripada yang aku kira.. jeongmal mianhe… jeongmal mianheyo. Aku tak berada disapingmu aku tak bisa kau jadikan sandaran ketika kau sedih”. Ucapnya dalam tangis. “Sekarang kau dimana????”. Sambungnya lagi. So eun segara berlari menuju lantai bawah. Disana dia bertemu dengan pengurus Yong. “tadi saya melihat tuan Kim Bum pergi keluar.. dia menjalankan mobilnya dengan kencang. Sepertinya Tuan sedang ada masalah.. wajahnya murung sekali pengurus Kim”. ucap pengurus Yong, tak berlama-lama so eun pun langsung berangkat dari rumah. Ketika di gerbang tak sengaja dia berpapasan dengan Goh Ara yang sedang naik mobil, namun so eun tak menyadarinya. So eun keluar sementara Ara masuk. Dia datang menemui kakek.

Di ruang kerja kakek Ara tampak sibuk menjelek-jelekan so eun. “sepertinya kakek telah salah memilih seorang pengurus”. Ucap Ara. “apa maksud perkataanmu Ara-ssi?”. Tanya tuan Lee. “Pengurus Kim tak sebaik apa yang kakek pikirkan. Aku sedih melihat perubahan sikap kim bum-ssi padaku… dia menjadi dingin padaku.. dan kakek tahu siapa yang menyebabkan semua ini?”. Dusta Ara. Kakek menatap Ara sambil meletakan koran yang sedang dibacanya. “Itu semua karena pengurus Kim.. pengurus Kim yang selalu menggoda kim bum-ssi hingga dia berubah”. Fitnah Ara. “pengurus Kim????”. kaget kakek. “Ye hareboji..sebaiknya pengurus Kim dipecat saja.. aku takut… kakek marah… tapi kakek harus tahu yang sebenarnya.. pengurus Kim mengancam hubunganku dengan Kim Bum-ssi”. Ucap Ara. “Jeongmalyo????”. Ucap kakek tak percaya. Ara menunduk. “Kalau pengurus Kim membahayakan hubungan kalian.. akan kakek berhentikan pengurus Kim”. ucap kakek. “Ye.. kamsahamnida..asal kakek tahu.. pengurus Kim itu menyukai Kim Bum-ssi”. Ucap Ara. Kakek terlihat marah mendengar kata-kata Ara.



Sementara itu malam menyambut so eun yang tengah berjalan mencari kim bum. So eun tertuju pada satu tempat yang dia yakini kim bum berada disana. Di Pohon Bintang. Benar saja kim bum tampak sedang berdiri menatap kota seoul malam diatas sana. So eun melangkahkan kakinya beberapa langkah sampai dia memberhentikan langkahnya ketika melihat kim bum. Kim bum yang mendengar ada suara langkah kaki seseorang langsung berbalik. Ketika dia melihat so eun dia kaget, so eun tanpa basa basi langsung berlari memeluk kim bum. Kim bum kaget dibuatnya, matanya melotot kaget.



“jeongmal mianheyo…jongmal mianheyo.. aku telah berbohong padamu..”. ucapnya sambil terisak menangis. “Ada apa?? Maaf untuk apa?”. Tanya kim bum. “Aku telah berbohong.. aku tidak suka melihat kau dengan Ara-ssi.. aku tidak rela.. aku tidak akan bahagia.. hatiku sakit kau dijodohkan dengannya dan.. aku menyayangimu..aku menyayangimu..mianheyo..b..bu..bum-ah!”. Ucap so eun sambil memeluk kim bum erat. Kim bum bahagia mendengar pengakuan so eun, terutama ini kali pertamanya so eun memanggil namanya ‘bum-ah’. “Kau memanggil namaku??? Akhirnya kau memanggil namaku”. Ucap kim bum. “Mianheyo..bum-ah”. Ucapnya. “so eun-ah.. saranghaeyo”. Ucap kim bum sambil memeluk so eun dan mencium kening so eun.



***


So eun dan kim bum pun berjalan kaki menuju mobil yang berada dibawah. Karena jalan menuju pohon bintang tidak bisa diterobos menggunakan mobil. Sepanjang jalan so eun dan kim bum terus bergandengan. Senyum terus terpasang di muka keduanya, sesekali kim bum mengayunkan genggaman tanganya, tingkahnya sedikit terlihat manja tapi lucu juga, so eun hanya tersenyum. “boleh aku bertanya?”. Tanya so eun, kim bum menoleh menatap so eun. “mwo?”. “apa aku cantik???? Sehingga kau memilih untuk menyayangiku”. Tanya so eun. “kau tidak cantik”. Jawabnya singkat, so eun sedikit kecewa mendengar jawaban kim bum. “Bum-ah apa kau berharap untuk hidup denganku?”. Tanya so eun lagi. “Aniyo…”. Jawabnya sangat singkat, so eun mulai manyun. “baiklah ini pertanyaan terakhir.. apa kau akan menangis jika aku meninggalkanmu?”. Tanya so eun meyakinkan. “Aniyo…”. Jawab kim bum pasti. “Kalau begitu untuk apa aku berada disampingmu.. jika aku tidak berarti untukmu”. Kesal so eun.



Kim bum tersenyum melihat aksi so eun. “Waeyo???? Kau jangan marah seperti itu.. ne..ne.. so eun-ah, bagiku kau itu tidak cantik.. tapi kau indah. Aku tidak berharap untuk hidup denganmu.. karena aku hidup untukmu dan jika kau meninggalkanku aku tidak akan menangis, tapi aku akan mati”. Ucap kim bum, so eun terharu mendengar jawaban kim bum. “Kau masih marah?”. Tanya kim bum. So eun menggeleng. “Malam ini kita cari penginapan.. aku tidak mau pulang”. Ucap kim bum. Mereka pun naik mobil dan mencari penginapan. Tersisa hanya ada satu kamar lagi, itupun bukan dihotel tapi disebuah rumah penginapan kecil. “kau tidur dibawah.. dan aku diatas yah”. Ucap so eun, kim bum mengangguk. “bum-ah saranghaeyo..annyeong!!!”. ucapnya sambil memejamkan matanya. Beberapa saat kemudian so eun sudah terlelap tidur, kim bum beranjak menuju ranjang so eun, diapun mendekat untuk mencium kening so eun. “so eun-nin annyeong!!!”.



***




Keesokan harinya mereka bangun dan didapatinya kim bum tengah tidur disamping so eun. *jangan negative…pakaian masih lengkap yah.. tidak terjadi sesuatu chingu* so eun terbangun duluan. “Aish,,, dia tidur disini juga”. Ucapnya. Kim bum pun ikut terbangun dan orang pertama yang dia lihat adalah so eun. “So eun-nin..annyeong!!!”. ucapnya dengan posisi masih tidur. “Masih pagi sudah gombal.. kau itu begitu mempesona..tapi melihatmu tidur seperti ini..dimataku tetap sama seperti orang biasa”. Ucap so eun. “Aku senang mendengarnya”. Ucap kim bum sambil mendekat mencium pipi so eun. “hei.. kau seenaknya menciumku.. kau belum mandi dan gosok gigi.. jorok sekali hidupmu”. Bentak so eun. “Ah.. pagi-pagi sudah mencium kekasihku..rasanya tak perlu mandi”. Ucap kim bum cengengesan. “tingkahmu semakin aneh saja..ayo sekarang cepat kau mandi!”. Ucap so eun sambil beranjak dari ranjang lalu melemparkan handuk. “kau itu harus lembut.. aku kan kekasihmu sekarang…”. Ucap kim bum menatap so eun. “bum-in.. mandilah..ayo..ayo…”. ucapnya lembut, kim bum tersenyum.

Siangnya sebelum pulang kerumah mereka pergi jalan-jalan dulu, mereka pergi membeli ice cream, makan, nonton film, sampai photobox. *hal-hal yang dilakukan mereka lazimnya orang lagi kencan*. Setelah selesai menyenangkan hati dan pikiran mereka pun siap untuk pulang dan mengaku pada kakek. Merekapun pulang, hyun joong, kim jun dan min ho menyambut mereka. Kim jun dan min ho yang sudah sadar meminta maaf pada So Eun. “Kau sudah siap menghadap kakek?’. Tanya kim bum pada so eun. “Bukannya sudah.. yang benar kalian harus siap menghadap kakek”. Ucap Kim jun. Malamnya sepulang tuan Lee dari kantor so eun di minta untuk menghadap ke ruang kerja Tuan Lee. Dia duduk diatas kursi yang langsung berhadapan dengan Tuan Lee.



“Saya mengaku bersalah tuan.. maafkan saya”. Ucap so eun dengan wajah menunduk. “Kali ini aku sangat kecewa denganmu pengurus Kim. kau pergi bersama cucuku bermalam pula”. Bentak tuan Lee dengan tatapan tajam. “josonghamnida..josonghamnida”. ucap so eun semakin menunduk. “Kau lancang sekali berbuat seperti itu.. kau menyukai cucuku bukan?? Padahal kau tahu dia sudah aku jodohkan dengan putri tuan Goh”. Ucap tuan Lee. “Saya mengaku bersalah.. saya menyukai tuan muda”. Ucap so eun. “Tahu dengan posisimu sendiri.. sepertinya benar apa yang dikatakan Goh Ara-ssi, kau lebih membahayakan dari yang aku duga. Dengan sangat menyesal aku memberhentikanmu mulai malam ini juga”. Ucap tuan Lee tegas. “Mwo??? Tuan apa Anda tidak bisa mempertimbagkannya lagi???”. Tanya so eun. “Keluarlah dari rumah ini!!!!”. Perintah tuan Lee. So eun menunduk menangis.


Beberapa saat kemudian so eun sudah siap pergi dengan kopernya. “Aku akan berbicara dengan kakek!!!”. Ucap kim bum, “Bum-ah jangan sekarang.. ini malah akan semakin membuat masalah”. Saran kim jun. “Hyung.. apa kau ingin membiarkan so eun keluar dari sini???? Aku tidak mau”. Ucap kim bum. “Nanti kita akan bantu.. pasti!! tapi tidak malam ini”. Saran min ho. “kalau begitu saya pamit”. Ucap so eun. “Malam ini kau akan pergi kemana?”. Tanya Kim Bum. “Sepertinya aku akan kembali ke warung Bonjuk”. Ucap so eun. “Itu tempat yang tepat.. Hye sun noona bisa menjagamu”. Ucap min ho. “Siapa itu hye sun noona?”. Tanya hyun joong. “ah… tidak penting jangan dibahas!!!”. Ucap min ho. “Untuk sementara aku akan ikut tinggal bersama hye sun eonnie”. Ucap so eun. “Ya sudah kalau begitu, biarkan mereka berdua.. kita keatas saja”. Ajak kim jun.



“Kenapa kau memilih pergi?? Kenapa kau memilih untuk meninggalkanku lagi?”. Tanya kim bum sambil membawa koper so eun. “aku lebih bersedia untuk pergi bum-ah”. Jawab so eun menatap lembut kim bum. “Waeyo??? kau tidak ingin bersamaku lagi?? Secepat inikah?”. Tanya kim bum. “Biarkan aku untuk menyayangimu… aku ingin menyayangimu bum-ah, dan dengan cara aku pergi dari sini aku bisa menyayangimu seutuhnya”. Ucap so eun, kim bum menatap so eun. “So eun-ah aku tidak akan melepaskanmu lagi”. Ucap kim bum. “Ne.. akupun begitu.. kalau kau ingin menemuiku kau bisa datang ke warung Bonjuk”. Ucap so eun. “Warung Bonjuk dimana aku tidak tahu”. Ucap kim bum. “Tanya pada tuan min ho pasti tahu”. Ucap so eun. “ya sudah aku harus pergi..jaga diri baik.baik”. ucap so eun dengan mata berkaca. “Kau yang harus menjaga dirimu baik-baik, selalu hubungi aku..”. ucap kim bum. “hm…”. Ucapnya sambil mengangguk. So eun pun pergi.

***

Seminggu telah berlalu, Ara datang kerumah kakek Lee. Di rumah kebetulan hanya ada hyun joong hari minggu ini. Kakek pergi bermain golf dengan rekan bisnisnya, Kim bum sepertinya sedang pergi menemui so eun, kim jun pergi entah kemana, hal yang sama juga terjadi pada min ho. “Semuanya ada acara masing-masing.. pasti mereka semua sedang berkencan” ucap hyun joong. “Annyeong oppa”. Sapa Ara manja. Hyun joong menoleh kearah Ara. “Kau ternyata”. Ucap hyun joong dingin. “Hyun joong oppa.. kau sepertinya tidak senang melihat kedatanganku”. Tanya Ara. “Sepertinya perasaanmu peka sekali”. Ucap hyun joong. “Kenapa harus dengan nada sinis?”. Tanya Ara. “Aku baru tahu jika kau wanita selicik itu…sungguh tak kusangka”. Ucap hyun joong. “Apa maksudmu?”. Tanya Ara. “Kau hebat.. hingga bisa membuat kakek memberhentikan pengurus Kim”. ucap hyun joong. “dia sudah berhenti???”. Heran Ara.

***

Kim Bum pun bersiap untuk pulang dari warung bonjuk. Dia tengah sibuk membelokan mobilnya, tak disangka Ara datang ke warung Bonjuk. Kim Bum dari mobil terus memperhatikan gerak-gerik Ara. Ara terlihat masuk kedalam warung dan menemui so eun. Mereka berduapun memilih mengobrol di meja paling samping yang langsung terlihat jelas dari luar. “Ada apa dia menemui so eun?”. batin kim bum yang memperhatikan dari luar. “Langsung saja kau ingin bicara apa?”. Tanya so eun. “Aku baru saja mendengar kabar bahagia.. ternyata kau diberhentikan oleh kakek Lee”. Ucap Ara. “Itu memang benar.. lantas kenapa?”. Tanya balik so eun. “Bukankah kau pernah mengatakan jika hanya kakek Lee yang bisa memberhentikanmu.. dan semua terbukti”. Ucap Ara. “Dan aku tahu ini ada campur tanganmu.. sebenarnya kenapa kau begitu membenciku?”. Tanya so eun. “karena kau dekat dengan calon suamiku.. kau harus ingat itu”. Ucap Ara. Tiba-tiba handphone so eun berbunyi, ada pesan dari Kim Bum.

Aku yakin padamu…

Kau akan mempertahankuan hubungan kita

Biarkan saja dia!!!

Sender : Kim Bum-ah

+0930035546xxxx



Setelah membaca itu, diluar sana kim bum langsung pergi pulang. So eun pun semakin yakin setelah membaca pesan dari kim bum. “Lepaskan kim bum-ssi.. lepaskan dia untuku dan demi kakek Lee”. Ucap Ara. So eun menatap “Aku tidak akan melepaskan kekasihku untukmu”. Ucap so eun. “Mworagoyo??????????? Kekasihmu???”. Kaget Ara. “Ne.. kekasihku.. jadi sekarang kau yang ku mohon jangan mengganggu hubungan orang lain!!”. Ucap so eun tegas. “Kau tahu kan dimana pintu keluarnya..silahkan keluar dari sini”. Ucap so eun. “Ah…sulit dipercaya.. jangan menghayal kau!!!”. Ucap Ara, so eun pun segera berjalan mendekati pintu dan membukakan pintu itu. “Jika kau tidak tahu pintu keluar.. ini aku tunjukan.. silahkan kau keluar dari warung ini”. Ucap so eun. Ara pun berjalan menghampiri So Eun. “aku akan mengingat penghinaan ini”. Ucap Ara. “Silahkan keluar!!”. Balas So Eun. Arapun segera keluar sambil terus menatap tajam So Eun. Dia yang akan menyebrang karena mobilnya diparkir diseberang warung, berjalan tanpa melihat jalan, tatapannya menatap tajam so eun, hingga dia tak sadar ada mobil di jalan itu yang sedang melaju kencang. So eun yang melihatnya sontak kaget. “Ara-ssi awas………..!!!!!”. teriak so eun, ketika menengok Ara yang shok melihat mobil malah tak bisa menggerakan tubuhnya. So eun yang melihat hal itu langsung berlari untuk menyelamatkan Ara.



^^ TO BE CONTINUED^^

Bagaimana akhir kisah kim bum dan so eun?

Apakah Ara atau So Eun yang selamat dalam kecelakaan itu???

Lalu apakah sikap keras kakek terhadap hubungan kim bum dan so eun bisa melunak?

Tunggu jawabannya di 4 Loves 1 True Love FINAL PART.